Peran Mahasiswa di Kalimantan Menyambut Ibu Kota Nusantara | Pranusa.ID

Peran Mahasiswa di Kalimantan Menyambut Ibu Kota Nusantara


Penulis adalah Sentia Ariyanie | Biro Hubungan Hierarki Gereja PMKRI Palangkaraya

KOLOM– Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) memunculkan berbagai pertanyaan dan potensi perubahan yang cukup signifikan. Perubahan yang mungkin terjadi mulai dari struktur sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang ada di Indonesia. Masyarakat yang melihat hal ini menyambut dengan sikap tegas serta penuh perhatian terhadap pembangunan IKN.

Perubahan serta tantangan besar-besaran yang akan terjadi, pertama-tama dapat dilihat dari dua sisi. Sisi pertama adalah dampak negatif yang merujuk pada kerusakan lingkungan, peningkatan biaya hidup, perubahan budaya, dislokasi sosial, tingkat persaingan dari berbagai bidang. Termasuk pendidikan, pekerjaan,  bisnis,  kesenjangan ekonomi dan aksesibilitas pendidikan, serta keterbatasan sumber daya. Tantangan yang cukup kompleks ini adalah contoh kemungkinan dampak negatif yang mesti diantisipasi.

Kedua, dampak positif di mana akan hadir peluang pemerataan pembangunan dan kesempatan bagi wilayah tengah ke timur Indonesia untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Tantangan pemindahan IKN bagaimana pun juga turut membawa peluang termasuk terbukanya peluang kerja yang lebih luas hingga pengembangan infrastruktur di wilayah sekitar IKN dan Kalimantan pada umumnya.

Peran Gerakan Mahasiswa

Gerakan yang dapat dilakukan oleh orang muda khususnya mahasiswa yang berkecimpung dalam dunia organisasi kemahasiswaan ekstra kampus adalah mengawal jalannya kebijakan publik termasuk pemindahan IKN. Terlebih gerakan mahasiswa yang ada di Kalimantan. Peran ini termasuk dengan melakukan kaderisasi dan pendidikan non formal untuk menumbuhkan daya kritis sumber daya manusia Indonesia dari kalangan mahasiswa.

Gerakan mahasiswa berperan untuk menyelaraskan peran pendidikan formal dan non formal serta pengalaman yang bisa di peroleh selama menjadi mahasiswa. Dengan kata lain, gerakan mahasiswa adalah gerakan kritis yang perlu menyiapkan peran anggotanya untuk menghadapi perubahan termasuk dengan hadirnya IKN di Kalimantan. Sebuah keberuntungan dan juga kesempatan yang tidak semua orang punya.

Maka menyambut IKN, saya merasa sangat penting adanya kolaborasi gerakan bersama dari gerakan mahasiswa Cipayung Plus, termasuk dari Badan Eksekutif Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa untuk mengambil peran menyambut IKN. Selain mengawal dengan kritis lewat gerakan demokrasi di jalan, juga dengan mengoptimalkan peran pelatihan dan kaderisasi, serta melakukan riset isu-isu strategis dan kontekstual untuk menyambut IKN. Menyiapkan sumber daya manusia daerah yang siap mengisi peran-peran pembangunan yang terus berlanjut di IKN pada waktunya.

Ini adalah langkah yang dapat dilakukan gerakan mahasiswa untuk memperjuangkan isu keberlanjutan lingkungan dan pada sisi lain bersaing di lingkungan yang akan lebih kompetitif serta dapat membangun kerja sama dengan lembaga masyarakat untuk menyambut IKN.

Untuk menjawab dan menjadi kunci mengatasi tantangan kehadiran pembangunan IKN gerakan mahasiswa perlu mengetahui kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Juga memahami detail rencana pembangunan IKN dan dampak ekonomi, sosial, hingga budaya atas kehadirannya. Selanjutnya gerakan mahasiswa dapat membantu masyarakat dengan memberikan informasi dan edukasi yang berimbang. Sehingga ini diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat, khususnya masyarakat lokal akan tuntutan daya saing serta informasi berupa peluang dari pembangunan IKN.

Merujuk pada catatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada Kompas,com (2024), pembangunan IKN yang terdiri dari beberapa tahap, pada tahap pertama tengah mencapai perkembangan 74 persen. Ini terdiri dari sejumlah infrastruktur dasar seperti Istana Presiden, Kantor Presiden, Lapangan Upacara, Rumah Tapaj Jabatan Menteri (RTJM), Rusun ASN, Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko), hingga Jalan Tol IKN. Pembangunan tahap berikutnya pun diperkirakan masih akan panjang dalam beberapa dekade ke depan, karena pembangunan IKN bukanlah pekerjaan yang mudah dan berlangsung cepat.

Pembangunan IKN sangat berpotensi memberikan pengaruh terutama pada bidang pendidikan. Beberapa kemungkinan-kemungkinan pengaruh yang akan terjadi adalah di antaranya peningkatan akses dan pembangunan infrastruktur pendidikan berkualitas internasional di IKN.

Sekolah, perguruan tinggi, beberapa yayasan-yayasan ternama, bahkan sekolah internasional lainnya pun mulai melirik investasi pendidikan di IKN. Dengan demikian, ini akan dapat meningkatkan  akses pendidikan bagi masyarakat khususnya daerah Kalimantan Timur dan daerah penyangga sekitarnya. Harapannya, hal ini juga bisa mengurangi kesenjangan akses pendidikan antara daerah Kalimantan dan Jawa.

Selanjutnya tidak kalah penting adalah isu pengembangan pendidikan kejuruan atau pendidikan praktis dibidang tertentu. Hal ini patut didukung terutama oleh masyarakat sekitar untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal. Pendidikan kejuruan yang relevan diharapkan berkembang khususnya yang terkait dengan digitalisasi, sehingga diperlukan langkah-langkah dari pemerintah untuk menggelar inovasi pendidikan. Gerakan mahasiswa dengan tim riset masing-masing organisasi perlu turut mengawal ini, agar pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dapat terbangun baik.

Menurut Muhammad Syakroni dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia dalam meningkatkan mutu pendidikan, tahun 2023, pendidikan merupakan salah satu penentu mutu sumber daya manusia (SDM) dalam persaingan di era globalisasi ini. jika kualitas pendidikan di suatu Negara baik maka sumber daya manusia yang dibentuk akan baik pula. Maka di tegaskan perlu adanya kepedulian bangsa terhadap pendidikan, dan pemerintah pula sudah mengupayakan perhatian untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Harapan Bersama

Pemindahan IKN adalah keniscayaan dengan melihat dinamika politik yang mendorong program-program berkelanjutan. Maka diharapkan gerakan mahasiswa agar sadar akan peran penting dalam menyambut dan memanfaatkan peluang dari kebijakan nasional ini.

Harapan saya, gerakan mahasiswa juga bisa lebih membuka diri bahwa kaderisasi bukan hanya semata-mata mengisi waktu luang tetapi juga bisa memberi dampak besar bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara. Untuk itu perlu ada kolaborasi bersama untuk melakukan evaluasi terhadap materi kaderisasi agar dapat menopang keterampilan sumber daya manusia dalam organisasinya.

Ini menuntunt organisasi gerakan mahasiswa untuk menjadi tempat pengembangan keterampilan, menambah jaringan dan hubungan, memberikan pengalaman praktis, memberikan kesempatan kepemimpinan, serta yang paling penting memiliki keterlibatan sosial dan kultural yang dapat memberikan pengaruh serta perubahan untuk masyarakat di sekitar pembangunan IKN.

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia dan sebagai mahasiswa, setiap gerakan mahasiswa mesti menyambut IKN yang sudah di depan mata ini. Menyadari pentingnya keterlibatan kita semua untuk ikut mengawal dan menjadi bagian dari proses pembangunannya. Maka untuk itu, pemerintah perlu dikritik sekeras-kerasnya dalam kebijakan yang keliru, namun juga harus dibantu dengan sebaik-baiknya dalam penyiapan sumber daya manusia unggul lewat kaderisasi yang lebih kontekstual dan berparadigma maju.

Berita Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Top