5 Orang Tewas Akibat Longsor di Tambang Emas Ilegal Bengkayang

pranusa.id September 19, 2022

FOTO: Longsor di lokasi PETI Bengkayang (Dok. Tribun Pontianak).

PRANUSA.ID– Penambangan emas tanpa izin atau PETI kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya 13 orang tertimbun longsor tambang emas ilegal di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (16/9/2022). Dari jumlah itu, lima orang pekerja tambang meninggal dunia.

“Jadi, berdasarkan laporan yang kami terima, kejadian tanah longsor yang terjadi di lokasi PETI diperkirakan terjadi pada hari Jumat kemarin (16/9/2022). Kami pun langsung turun ke lokasi bencana untuk melakukan pencarian sekaligus evakuasi korban yang diduga seluruhnya berjumlah 13 orang,” kata Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Minggu pagi (18/9/2022).

Yopi Haryadi menjelaskan setelah tiba di lokasi bencana, Tim Sar langsung mencari 13 orang korban yang diduga tertimbun longsoran tanah. Dari hasil pencarian itu, delapan orang korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

“Dari hasil pencarian di hari pertama dan kedua, tim Sar berhasil menemukan dan mengevakuasi delapan orang korban dalam kondisi selamat, sedangkan lima korban masih dalam pencarian,” kata Yopi.

Upaya pencarian korban pun dilakukan dengan mengerahkan satu unit alat berat berupa ekskavator, sehingga tim Sar pun kembali menemukan lima orang korban lagi yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Setelah dilakukan upaya pencarian secara manual, tim Sar akhirnya mendapatkan bantuan berupa satu unit alat berat jenis ekskavator, sehingga tim Sar berhasil menemukan dan mengevakuasi lima orang korban lagi namun dalam kondisi meninggal dunia,” terang Yopi.

Dengan ditemukannya 13 orang korban yang terdiri dari delapan korban dalam kondisi selamat dan lima korban meninggal dunia, operasi Sar pun resmi dihentikan.

“Hingga hari kedua kemarin, sedikitnya 13 orang korban telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Delapan orang selamat dan lima lainnya ditemukan meninggal dunia dalam musibah tanah longsor tersebut,” ujar Yopi Haryadi.

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…