
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat Adat Nusantara (AJMAN) Kalimantan Barat, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano yang akrab disapa Doy Melano, menilai penanganan bencana kabut asap harus diletakkan pada satu tujuan utama, yakni menjamin keselamatan publik dan keberlangsungan aktivitas warga.
Doy menegaskan bahwa situasi darurat bencana saat ini semestinya menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, relawan, hingga insan pers.
“Yang paling penting adalah memastikan masyarakat tetap aman, sehat, dan dapat menjalankan aktivitasnya. Ketika dampaknya sudah menyentuh kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan mobilitas, maka respons terhadap situasi ini memang perlu dilakukan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi,” kata Doy dalam keterangan tertulisnya.
Selain penanganan teknis di lapangan, Doy menggarisbawahi peran vital insan pers dalam menyajikan informasi yang akurat mengenai eskalasi karhutla sekaligus menyuarakan aspirasi warga terdampak.
“Media bukan hanya menyampaikan kabar, tetapi juga dapat menjadi jembatan informasi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan. Karena itu, pemberitaan mengenai kabut asap harus terus mengedepankan data, keselamatan publik, dan solusi,” ujarnya.
Ia berharap langkah penanganan dari para pemangku kepentingan dapat diperkuat, tidak hanya sebatas perlindungan selama masa darurat, tetapi juga memberikan kepastian jaminan pemulihan pascalintas bencana.
Langkah cepat dan terkoordinasi lintas unsur dinilai krusial bagi masyarakat Kalimantan guna melindungi sektor kesehatan, menjaga roda perekonomian dan pendidikan, serta mempercepat pemulihan lingkungan agar warga dapat kembali beraktivitas secara aman, sehat, dan produktif.
Laporan: Severinus | Editor: Michael