Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional

pranusa.id September 4, 2026

FOTO: Tono. Ketua PH Wilayah AMAN KALBAR

PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan dalam beberapa pekan terakhir mulai melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Gangguan kesehatan, kelumpuhan aktivitas pendidikan, hingga kemerosotan ekonomi warga menuntut penanganan darurat berskala besar.

Merespons krisis tersebut, Ketua Pelaksana Harian Wilayah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat, Tono, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menetapkan kondisi kabut asap karhutla sebagai bencana nasional dan daerah.

Tono menegaskan, situasi buruk yang telah membendung aktivitas warga selama hampir tiga bulan ini bukan lagi sekadar isu lingkungan rutin, melainkan sudah menjelma menjadi krisis kemanusiaan dan bencana sosial.

“Dampak kabut asap ini bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Kalimantan, tetapi juga berpotensi berdampak hingga negara-negara tetangga. Karena itu, penanganannya membutuhkan perhatian dan koordinasi yang semakin kuat,” tegas Tono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, penetapan status bencana secara resmi sangat krusial guna memperkuat pengerahan dan konsentrasi sumber daya negara secara masif demi memadamkan titik api sekaligus mempercepat penanganan medis bagi masyarakat terdampak.

Ia menambahkan, dorongan ini berlandaskan indikator krusial dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Regulasi tersebut mengamanatkan penetapan status bencana berdasarkan eskalasi jumlah korban, besarnya kerugian material, kerusakan sarana publik, cakupan wilayah, hingga dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Laporan: Severinus | Editor; Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…