Atasi Wabah Demam Babi Afrika, Kalbar Bagikan 3.750 Vial Serum Konvalesen

pranusa.id December 19, 2021

ILUSTRASI: Hewan ternak babi.

PRANUSA.ID– Wabah African Swine Flu (ASF) atau demam babi Afrika telah menyebabkan ribuan babi di beberapa daerah di Kalimantan Barat mati.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar mendistribusikan 3.750 vial serum konvalesen untuk disuntikkan ke hewan di beberapa titik yang terkena wabah demam babi Afrika.

“Sebagian besar sudah didistribusikan dan disuntikkan ke hewan di beberapa daerah yang terdampak wabah demam babi yang masuk Kalbar sejak September 2021 lalu,” ujar Kadisbunnak Provinsi Kalbar, M Munsif di Pontianak, Sabtu (18/12/2021).

Musnif merinci, distribusi serum konvalesen yakni di Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 1.002 vial dan telah disuntikkan untuk 6. 028 ekor babi. Kemudian untuk Kabupaten Sintang sebanyak 1.265 vial yang telah disuntikkan ke 1.862 ekor babi.

Kabupaten Melawi sebanyak 115 vial yang disuntikkan ke 470 ekor babi, dan Kabupaten Mempawah 91 vial dan Landak 400 vial.

“Penyuntikan serum konvalesen sebagai upaya pembentukan daya tahan terhadap babi yang sehat di daerah tertular. Serum konvalesen merupakan bantuan dari direktorat jenderal peternakan dan Kesehatan hewan sebanyak 3.750 vial atau 60.000 dosis dan telah terealisasi sebanyak 877 vial atau 8.360 ekor ternak babi,” katanya.

Untuk kasus kematian akibat wabah demam babi di Kalbar menurutnya meluas. Saat ini sudah mencapai 2.965 ekor yang tersebar di lima kabupaten dan kota.

“Sampai saat ini total kematian babi telah dilaporkan sebanyak 2.965 ekor di sejumlah daerah yakni di Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Landak dan Mempawah,” kata Musnif

Dia menjelaskan bahwa kasus kematian babi terbesar yakni di Kabupaten Kapuas Hulu mencapai 984 ekor, selanjutnya Melawi, 813 ekor, Sintang 647 ekor, Mempawah 431 ekor dan Landak 51 ekor.

Di Kabupaten Kubu Raya ditemukan kasus positif pada daging babi yang dijual di pasar, namun tidak ditemukan kematian pada ternak babi di peternakan babi maupun peternakan rakyat.

“Kemudian di Kota Singkawang juga ditemukan kasus positif pada dua ekor babi namun sampai saat ini kondisi babi tersebut masih sehat dan tidak ada kejadian atau kematian pada babi di daerah sekitarnya,” pungkasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…