Bukan Tewas Bunuh Diri, Napi Ini Ternyata Dibunuh?

pranusa.id October 16, 2019

(Gambar: Justice.co)

 

PRANUSA.ID — Seorang warga Binaan Pemasyarakatan atau Narapidana (Napi) Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pontianak, Bong Min alias Amin bin Bong Kong Phin (45), ditemukan dalam kamar mandi sel blok B5 dalam keadaan sudah tak bernyawa dengan posisi tergantung dengan seutas tali rafia, Selasa (15/10/2019).

Bong Min ditemukan pertama kali oleh sesama warga binaan yang menghuni blok B5. Awalnya Bong Min sempat duduk di kursi kayu kecil depan WC. Ia mengaku sedang sakit perut kepada seorang saksi bernama Leo (25).

Beberapa saat kemudian, saksi melihat Bong Min tergantung di WC dari ventilasi. Saat ditemukan, korban menggunakan baju kaos warna abu-abu dan celana pendek loreng dalam keadaan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak, AKP Rully Robinson mengatakan bahwa korban ditemukan dalam keadaan tergantung di dalam toilet dengan seutas tali plastik atau rafia warna abu-abu yang dikaitkan dengan sebuah paku.

Oleh karena itu, dugaan pertama yang muncul adalah Bong Min bunuh diri dengan gantung diri untuk mengakhiri hidupnya.

Namun, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut untuk mencari tahu apakah benar Bong Min bunuh diri atau justru dibunuh.

“Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Sudarso Pontianak untuk dilakukan visum guna mengetahui penyebab pasti kematian korban,” kata Rully.

Rully sendiri mengatakan bahwa ada sejumlah kejanggalan pada kematian Bong Min. Menurut Rully, saat ditemukan, di tubuh korban tidak ada tanda tewas gantung diri, seperti lidah yang tidak menjulur dan posisi kaki korban yang menapak ke lantai toilet.

Hal ini, kata Rully, apabila ditinjau dari hasil analisa awal, tentu tidak menutup kemungkinan korban meninggal dunia akibat pembunuhan yang dilakukan oleh sesama lapas.

“Mengingat korban merupakan warga binaan dalam kasus narkoba, dan akan keluar dalam waktu satu tahun lebih sehingga dianggap membahayakan jaringan narkoba yang berada di luar,” jelasnya.

Menurut keterangan dokter jaga Instalasi Jenazah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, dr. Wiwi, pihaknya menemukan jeratan di bagian leher yang menyebabkan ia meninggal dunia, Selasa (15/10/2019).

Adanya dugaan yang berbeda-beda tentu membutuhkan penyelidikan lebih lanjut terkait kematian korban. Oleh karena itu, dengan melakukan visum et repertum maupun otopsi serta pemeriksaan saksi-saksi, harapannya mampu menjawab persoalan yang muncul di kasus ini.

Penulis: Cornelia

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
DPRD Kalbar Akui Banyak Tuntutan Mahasiswa di Luar Kewenangan Daerah, Janji Teruskan Aspirasi ke Pusat
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat Rusmidi…
Gelar Aksi Demonstrasi, Aliansi Reformasi Kalbar Sebut Program Nasional Belum Menjawab Persoalan Daerah
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Reformasi…
Hasil Ekstraktif ke Pusat, Sampah Ke Daerah
KOLOM– Sejumlah Kepala Daerah melakukan protes kepada Pemerintah Pusat dan…
Gandeng SMA Kolese De Britto, SMP Maria Immaculata Yogyakarta Bekali Pengurus OSIS Nilai Kepemimpinan
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Kebutuhan akan sosok pemimpin muda yang cerdas,…
Mahasiswi Unair Diduga Gelapkan Dana KIP-K Rp97 Juta, Modus Sisipkan Tagihan di SPJ
JAKARTA, PRANUSA.ID – Dugaan penggelapan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah…