
KUBU RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berkomitmen penuh untuk menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027 yang aspiratif dan berbasis pada kebutuhan nyata masyarakat.
Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kubu Raya, Sujiwo, saat membuka forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) di Aula Praja Utama Kantor Bupati, Jumat (23/1/2026).
Menurut Sujiwo, pelibatan publik sejak tahap awal perencanaan merupakan langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan yang dicanangkan benar-benar bermanfaat.
“Ini tahapan penting sebelum APBD ditetapkan. Saya ingin APBD benar-benar lahir dari bawah dan sesuai aspirasi masyarakat,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa fokus pembangunan tahun depan akan menyasar peningkatan daya saing daerah, pengembangan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur dasar, serta penguatan pelayanan sosial.
Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah daerah berjanji akan menyesuaikan arah kebijakan pembangunan agar selaras dengan apa yang diinginkan oleh warganya.
“Sebelum melayani, kita harus tahu dulu selera rakyat. Kalau masyarakat menginginkan infrastruktur, maka itulah yang kita kerjakan,” kata Sujiwo.
Bupati juga menambahkan bahwa rancangan program yang telah disusun masih bersifat dinamis dan sangat mungkin berubah jika ada aspirasi kuat yang muncul dari publik.
“Bisa saja rancangan itu bergeser ketika ada keinginan publik. Selama untuk kepentingan masyarakat, tentu kita ikuti,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sujiwo memaparkan keberhasilan pembangunan dalam sepuluh bulan terakhir, di mana angka kemiskinan menurun dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan.
Meski demikian, ia tak menampik adanya tantangan berupa peningkatan angka pengangguran terbuka akibat dampak penutupan sejumlah sektor usaha.
“Kalau ekonomi bergerak, peluang usaha muncul, pengangguran turun, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya mengenai strategi penanganan masalah tersebut.
Sementara itu, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Kubu Raya, Rini Kurnia Solihat, menyatakan bahwa proses penyerapan aspirasi ini akan berlanjut ke tahap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan pada akhir Januari.
“Kami menargetkan Musrenbang kabupaten bisa terlaksana lebih awal agar seluruh aspirasi masyarakat terakomodasi secara maksimal,” ungkap Rini.
Laporan: Severinus | Editor: Kristoforus