Dinkes: Separuh Klinik di Kalbar Beroperasi Tanpa Akreditasi

pranusa.id October 16, 2025

Ilustrasi: Kesehatan/Klinik/Rumah Sakit

PONTIANAK – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Erna Yulianti, menyoroti dua isu krusial dalam layanan kesehatan di daerah, yaitu rendahnya tingkat akreditasi klinik dan pengelolaan limbah medis yang belum optimal.

Ia menegaskan bahwa seluruh klinik, termasuk klinik kecantikan, wajib terakreditasi untuk menjamin mutu dan keamanan layanan.

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah diskusi kelompok terarah (FGD) mengenai pengelolaan limbah medis di Pontianak.

Menurut data Dinas Kesehatan, dari total 103 klinik yang beroperasi di Kalimantan Barat, baru sekitar 50 persen yang telah mengantongi akreditasi.

“Semua klinik wajib akreditasi. Akreditasi ini penting untuk memastikan pelayanan medis maupun edukasi kepada masyarakat dilakukan oleh tenaga yang kompeten,” tegas Erna.

Ia menjelaskan, tanggung jawab untuk mendorong dan mengawasi proses akreditasi ini berada di tangan pemerintah kabupaten/kota, selaku pemberi izin operasional.

“Kabupaten/kota harus memberikan peringatan kepada klinik yang izinnya akan habis. Jangan sampai perizinannya mati, tapi tetap beroperasi. Itu tidak boleh,” ujarnya.

Selain akreditasi, Dr. Erna juga memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan limbah medis. Ia meminta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan jika limbah medis tidak dikelola dengan benar.

“Limbah medis ini sangat berbahaya. Kalau sampai dibuang sembarangan, bisa mencemari lingkungan dan menimbulkan penyakit baru, bahkan berisiko bagi anak-anak yang tidak tahu bahaya benda tersebut,” jelasnya.

Erna menegaskan bahwa setiap klinik wajib memiliki sistem pengelolaan limbah yang aman dan sesuai standar sebagai salah satu syarat utama pendirian.

“Limbah medis tidak boleh masuk ke struktur tanah dan mencemari lingkungan. Ini harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.

Laporan: Marianus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…