
SUNGAI RAYA – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menggelar operasi pasar elpiji bersubsidi 3 kilogram di sembilan kecamatan untuk mengantisipasi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan menjelang bulan Ramadan.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan langkah ini diambil karena persoalan elpiji bersubsidi sangat krusial bagi masyarakat kecil, terutama saat kebutuhan rumah tangga meningkat di bulan puasa.
“Operasi pasar ini kita laksanakan secara proporsional di sembilan kecamatan. Target kita sebenarnya 50 ribu tabung, tetapi yang baru disetujui Pertamina saat ini 10.640 tabung,” ujar Sujiwo di Sungai Raya, Jumat (30/1/2026).
Dalam operasi pasar tersebut, elpiji dijual dengan harga sangat terjangkau, yakni Rp15.000 per tabung, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan sebesar Rp18.500.
Selisih harga tersebut ditanggung langsung oleh Bupati Sujiwo melalui subsidi pribadi sebesar Rp3.500 per tabung untuk meringankan beban warga.
“Ini kita jual Rp18.500, lalu saya subsidi secara pribadi Rp3.500. Jadi masyarakat cukup membayar Rp15 ribu,” jelasnya.
Sujiwo menambahkan bahwa operasi pasar ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu menstabilkan harga, mencegah kelangkaan, dan membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia juga memperingatkan seluruh pangkalan elpiji untuk mematuhi aturan HET dan tidak menaikkan harga seenaknya yang dapat memicu keresahan sosial.
“Bagi emak-emak itu Rp2.500 sampai Rp3.000 sangat berarti. Kalau harga terus naik, kasihan masyarakat,” pungkasnya.
Laporan: Hendri | Editor: Arya