Ketua Aliansi Borneo Peduli Demokrasi: Prabowo Tak Layak Jadi Presiden

pranusa.id January 16, 2024

FOTO: Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.* /ANTARA/Aditya Pradana Putra

PRANUSA.ID– Ketua Aliansi Borneo Peduli Demokrasi (ABPD), Leonardus, menyebut Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya, Prabowo Subianto, tak layak jadi presiden.

Menurut Leo, sosok Prabowo tak layak karena pernah diberhentikan dengan tidak hormat dari kemiliteran.

“Pertama, ia pernah diberhentikan secara tidak hormat dari kemiliteran. Pemecatan menunjukkan seseorang pernah dianggap tak memenuhi kriteria sebagai pejabat pemerintahan. Orang yang sudah dipecat seharusnya tak bisa lagi melamar dalam jabatan lain di pemerintahan. Apalagi melamar sebagai calon presiden,” ungkap Leonardus di Pontianak, Senin (15/01/2024).

Ia juga menyampaikan bahwa Prabowo Subianto memiliki rekam jejak yang tidak baik dan memilikinya sifat yang cenderung emosional.

“Berikutnya, rekam jejak Prabowo yang diduga pernah terlibat dalam penculikan dan penghilangan sejumlah aktivis pada awal reformasi akan menyulitkan posisi Indonesia di dunia internasional. Posisi Prabowo juga akan menurunkan martabat sebagai negara yang menghormati penegakan HAM,” imbuhnya.

Leo kemudian menyinggung data yang dirilis Komisi Nasional HAM pada periode 1997-1998, di mana dilaporkan telah terjadi tindak kekerasan dan penghilangan terhadap sejumlah aktivis reformasi.

“Satu orang terbunuh, 11 orang disiksa, 12 orang dianiaya, dan 23 orang dihilangkan secara paksa. Saat itu, Prabowo menjabat sebagai Danjem Koppassus,” ungkapnya.

Ditambah lagi, Leo mengaku khawatir level emosional Prabowo yang dinilainya tidak stabil sehingga tak layak untuk memimpin 278 juta rakyat Indonesia dengan pelbagai problem peliknya.

“Baru-baru ini Prabowo Subianto ucapkan kata tolol dan memancing pendukungnya mengucapkan kata goblok saat singgung pernyataan Anis Baswedan terkait debat Pilpres ke tiga. Hal tersebut tidak layak diucapkan oleh seorang calon presiden,” ujar Leonardus.

Oleh karena itu, menurutnya, seorang pemimpin harus mempunyai rekam jejak yang baik dan tidak emosional dan memenuhi kriteria pemimpin yang ideal.

“Tentunya sebagai generasi Milenial kita berharap bahwasanya presiden kita kelak tidak mempunyai rekam jejak masa lalu yang hitam atau mempunyai beban masa lalu dan tidak emosional. Setidaknya pemimpin kemudian dapat
sesuai dengan nilai-nilai landasan kriteria pemimpin yang baik, yakni mempunyai nilai ke jujuran, pemimpin yang ahli dan cerdas, serta pemimpin yang bertanggung jawab,” tutup Leonardus.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Anomali Narasi “Stok BBM 20 Hari” Bahlil di Balik Panjangnya Antrean SPBU Pontianak
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan…
Waketum Golkar: Kritik terhadap Pemerintah Harus Kedepankan Etika dan Kejujuran
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Idrus…
Jelang Malam Takbiran, Mabes Polri Imbau Masyarakat Tak Gunakan Petasan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Mabes Polri mengeluarkan…
Berlaku 28 Maret 2026, Menag Dukung Penuh Pembatasan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa…
Sebut Kasus Air Keras Andrie Yunus adalah Terorisme, Prabowo: Harus Kita Kejar dan Usut!
JAKARTA, PRANUSA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa…
WhatsApp Image 2026-03-18 at 10.15.51
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.16.02
ChatGPT Image 26 Feb 2026, 23.11.40