KPK Mendapat Sejumlah Laporan Kasus Dugaan Korupsi di Kalbar

pranusa.id October 21, 2021

FOTO: Ketua KPK Firli Bahuri menyapa wartawan saat konferensi pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019) | Risyal Hidayat /ANTARA FOTO

PRANUSA.ID– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima sejumlah laporan kasus dugaan korupsi di Kalimantan Barat (Kalbar). Kasus tersebut sebagian sedang ditangani penyidik.

“Saya tidak bisa merinci kasus apa saja yang sedang ditangani,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Kantor Gubernur Kalbar, Pontianak, Kamis (21/10/2021).

Marwata mengatakan, ada sejumlah laporan dugaan korupsi yang masih di tangan penyidik KPK. Apabila sudah cukup bukti, KPK akan melakukan ekspose kepada publik.

“Kalau sudah cukup alat bukti akan kami ekspos dan menetapkan orang sebagai tersangka,” ujarnya.

Menurut Marwata, laporan dugaan korupsi itu selain di KPK juga ada yang ditangani kejaksaan dan kepolisian. Untuk itu KPK juga terus berkoordinasi dengan dua lembaga penegak hukum itu.

“Melalui rapat koordinasi ini saya harapkan pemberantasan korupsi di wilayah Kalbar bisa dilakukan dengan lebih sinergi, efektif dan efesien. Caranya dengan melakukan sinergi,” kata dia

Dia berharap KPK bisa terus mendorong agar kinerja pengawasan inspektorat dimaksimalkan mulai dari dukungan tenaga dan anggaran sehingga bisa independen dalam pengawasannya.

“Aparat penegak hukum yang bertugas mengatasi korupsi belum bisa dikatakan profesional dan efektif, sehingga butuh dukungan semua pihak dalam memberantas praktik korupsi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, menyampaikan harapannya untuk jajaran pemerintah provinsi Kalimantan Barat dapat membangun daerahnya agar semakin maju.

“Saya harap akan ada perbaikan-perbaikan dalam pemerintahan daerah ini agar pembangunan menjadi semakin pesat,” katanya.

Ia juga mengatakan akan memotong anggaran-anggaran berlebihan agar lebih efisien dan dananya di salurkan untuk biaya pendidikan di Kalimantan Barat.

“Anggaran yang berlebihan akan saya kurangi supaya lebih efisien dan sisanya untuk bebaskan biaya pendidikan,” jelas Sutarmidji.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…