Pelatihan Menulis Pekan ke-2: Mahasiswa Lintas Prodi UNTAN Dalami Manfaat Sejarah dan Teknik Menulis Isu Global

pranusa.id April 25, 2026

FOTO: Kegiatan Pelatihan Jurnalistik Minggu ke-2 (Dokumentasi Hendra Modesta)

PONTIANAK, PRANUSA.ID – Rangkaian kegiatan Pelatihan Penulisan Artikel Sejarah Populer bagi mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah dan Ilmu Komunikasi Universitas Tanjungpura (UNTAN) resmi berlanjut.

Pertemuan kedua dari program kolaboratif ini diselenggarakan pada Jumat, 24 April 2026, bertempat di Aula Tertutup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTAN.

Kegiatan edukatif yang merupakan hasil sinergi antara dosen pengampu mata kuliah, redaksi Majalah Riwayat, dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) UNTAN ini bertujuan untuk semakin mematangkan kemampuan menulis peserta.

Setelah dibekali teknik dasar jurnalistik dan penulisan opini pada pertemuan perdana pekan lalu, sesi lanjutan ini difokuskan pada pengayaan substansi dan perspektif tulisan.

Agenda diawali dengan pemaparan mendalam dari dosen di Pendidikan Sejarah UNTAN, Mohammad Rikaz Prabowo, yang mengupas materi tentang Pengantar Ilmu Sejarah.

Dalam sesi tersebut, Rikaz menjabarkan bahwa kegunaan ilmu sejarah pada dasarnya terbagi menjadi dua dimensi utama, yaitu manfaat intrinsik dan manfaat ekstrinsik.

Lebih lanjut, Rikaz menjelaskan bahwa manfaat intrinsik mencakup kedudukan sejarah sebagai sebuah ilmu dan sebagai sarana pernyataan pendapat.

“Orang-orang yang mendalami ilmu sejarah akan dengan mudah menyampaikan tentang suatu peristiwa sejarah dengan baik, terstruktur, dan ilmiah, dibandingkan dengan mereka yang tidak mendalaminya,” paparnya.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya manfaat ekstrinsik sejarah sebagai wahana pendidikan karakter. Rikaz menambahkan, sering kali jarang disadari bahwa di balik narasi sebuah peristiwa sejarah, terkandung sejumlah pendidikan nilai yang relevan untuk masa kini, seperti nilai kesusilaan hingga norma hukum.

Setelah mendalami fondasi ilmu sejarah, wawasan peserta diperluas pada sesi kedua yang dibawakan oleh dosen Hubungan Internasional UNTAN, yakni Adityo D. Sudagung.

Pada kesempatan tersebut, Adityo mengajak mahasiswa untuk membedah berbagai isu sejarah dalam konteks hubungan internasional.

Tidak hanya sebatas teori, Adityo juga membagikan teknik penulisan yang strategis dalam mengangkat isu-isu besar berskala global.

Ia memandu para peserta tentang bagaimana merangkai narasi agar peristiwa dan isu makro tersebut dapat dikontekstualisasikan dan dikaitkan langsung dengan realitas kehidupan keseharian masyarakat pembaca.

“Intinya adalah bagaimana isu yang melangit itu bisa dikaitkan dengan keseharian,” ujar Adityo.

Melalui keberlanjutan pelatihan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mahir secara teknis dalam merangkai kata, tetapi juga memiliki kedalaman filosofis serta ketajaman analisis.

Dengan perpaduan ilmu sejarah dan komunikasi, karya tulis yang dihasilkan ke depannya diproyeksikan mampu menjadi literatur sejarah populer yang berbobot, relevan, dan mencerahkan publik.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Gus Yaqut Tegaskan Pembagian Kuota Haji Tambahan Merupakan Perintah Presiden Jokowi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Tim penasihat hukum mantan Menteri Agama Yaqut…
Presiden Prabowo Perintahkan Perampingan BUMN: Minta Anak Cucu Perusahaan Pertamina dan PLN Dipangkas
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memerintahkan seluruh…
Kepala BGN Minta Maaf atas Kasus Keracunan MBG di Berbagai Daerah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, secara…
Ahmad Muzani Sebut Presiden Prabowo Banyak Mendalami Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan bahwa…
Perketat Aturan Imigrasi, Donald Trump Tandatangani Dua Perintah Eksekutif Batasi Birthright Citizenship
WASHINGTON, PRANUSA.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu…