Pemprov Kalbar Masuk Peringkat 15 Besar Inovasi Layanan Publik

pranusa.id June 17, 2022

Ilustrasi: Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

PRANUSA.ID– Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalimantan Barat, Syarif Kamaruzzaman mengatakan, Provinsi Kalimantan Barat masuk dalam 15 besar Inovasi layanan publik oleh Kemenpan-RB.

“Inovasi yang dilakukan yaitu pengembangan tenaga listrik daerah pedalaman dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” kata Kamaruzzaman di Pontianak, Kamis (16/06/2022).

Dia menjelaskan, inovasi yang dilakukan itu berkaitan dengan rasio elektrifikasi belum 100 persen sehingga ada beberapa terobosan yang go green. Solusinya adalah memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi ramah lingkungan. Selain itu juga hemat energi sehingga menjadi dorongan bagi wilayah yang tidak terjangkau jaringan listrik oleh PLN.

“Ini juga menjadi inovasi supaya bagaimana mewujudkan Kalbar terang agar masyarakat menikmati penerangan listrik dengan adanya energi PLTS,” tuturnya.

Dia mengatakan, pengumuman tentang apresiasi inovasi terhadap pelayanan publik oleh Kemenpan-RB pada Senin 13 Juni 2022.

Ia berharap dukungan sebab dalam waktu lima hari setelah pengumuman itu tentu mendapat penerimaan dan penolakan.

“Jika mendapat penerimaan mudah-mudahan dalam kompetisi ini menjadi yang terbaik dan TOP dari Kalbar, dalam hal layanan publik,” kata Kamaruzzaman.

Menurutnya, PLTS merupakan solusi untuk menerangi lokasi atau wilayah yang tidak bisa terjangkau transmisi PLN. Melihat wilayah geografis Kalbar. Karena, di Kalbar masih ada pulau yang terisolir dan terluar sehingga ini terobosan yang terbaik dengan memanfaatkan potensi.

“Bahkan PLTMH bisa menjadi solusi untuk percepatan peningkatan rasio elektrifikasi bagi Kalbar,” katanya.

Dia menyebutkan ada dua sistem yang dikembangkan yakni untuk kebutuhan masyarakat atau penerapan umum jalan raya. Jika untuk kebutuhan masyarakat maka kekuatan PLTS ini tergantung panel Surya yang disiapkan.

“Memang panel surya ini masih tidak diproduksi di sini, karena ada komponen di panel Surya itu yang harus di impor. Ada yang lebih rendah dan menggunakan dalam negeri, tetapi kami terus dorong agar mengutamakan produk dalam negeri,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM itu.

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…