Pemprov Kalbar Tingkatkan Kompetensi ASN untuk Hadapi Era Digital

pranusa.id January 17, 2026

Ilustrasi ASN. (Tribun)

PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN). Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan daya saing daerah dan kualitas pelayanan publik di tengah arus digitalisasi yang kian pesat.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyatakan bahwa peran ASN sangat strategis sebagai motor penggerak pembangunan. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi menjadi syarat mutlak bagi birokrasi di era modern.

“Kalau ASN tidak mampu berkolaborasi dan mengerahkan seluruh potensi daerah, maka tujuan besar pembangunan Kalbar tidak akan tercapai,” ujar Harisson di Pontianak, Jumat (16/1/2026).

Harisson menekankan pentingnya transformasi pola pikir ASN, dari sekadar birokrat menjadi pelayan publik yang responsif. Nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) diminta untuk diimplementasikan secara nyata dalam budaya kerja sehari-hari.

Dalam menghadapi tantangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Harisson mengingatkan agar ASN tidak tertinggal. Justru, teknologi harus dimanfaatkan untuk mengefisiensikan pelayanan, terutama di sektor-sektor dasar seperti kesehatan.

“ASN jangan sampai kalah dengan AI. Justru teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan publik,” tegasnya.

Pengembangan Kompetensi Berbasis Kebutuhan

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, menambahkan bahwa program pengembangan ASN kini dirancang lebih adaptif. Pelatihan tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepemimpinan yang berintegritas.

Windy menjelaskan bahwa metode pengembangan SDM dilakukan melalui pendekatan digital, termasuk pembelajaran virtual yang fleksibel. Program pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan riil di lapangan (bottom-up) dan diselaraskan dengan kebijakan nasional.

“Pada 2026, BPSDM Kalbar juga merencanakan pelatihan penyusunan policy brief bagi pejabat pimpinan tinggi. Pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan analisis kebijakan dan mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung pada pelayanan publik,” jelas Windy.

Ia juga menegaskan bahwa efektivitas pelatihan akan diukur melalui monitoring dan evaluasi kinerja pasca-pelatihan, untuk memastikan adanya dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ruben Onsu Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan Dana Investasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan menetapkan artis…
Wapres Gibran Tinjau Pengungsian Gempa Sikka di Stadion Samador, Minta Bantuan Jangkau Wilayah Terisolasi
MAUMERE, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming meninjau…
Atasi Bencana Gempa Flores, Pemprov NTT Kelola Dana Bantuan Rp4,35 Miliar dan Kucurkan Logistik
ENDE, PRANUSA.ID — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Badan…
Bank NTT Cabang Ende Salurkan 100 Paket Sembako dan Terpal untuk Korban Gempa Flores
ENDE, PRANUSA.ID — Gelombang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana gempa…
Peringati HUT ke-78 dan Menuju Dasawindu 2028, SMA Kolese De Britto Resmi Buka PSB TA 2027/2028
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Bertepatan dengan peringatan HUT ke-78 SMA Kolese…