Perkuat Pembangunan Daerah, Ketapang Suntik Modal Bank Kalbar Rp7,5 Miliar

pranusa.id December 20, 2025

Ilustrasi ekonomi.

PONTIANAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang kembali menunjukkan komitmen strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi daerah.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Barat 2025, Pemkab Ketapang resmi menyepakati penambahan penyertaan modal sebesar Rp7,5 miliar.

Keputusan tersebut diambil dalam forum strategis yang digelar di Pontianak, Rabu (17/12/2025) lalu.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, yang hadir langsung dalam RUPS-LB tersebut, menegaskan bahwa langkah ini diambil agar Bank Kalbar memiliki struktur permodalan yang lebih kokoh.

“Penambahan modal ini saya pandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan Bank Kalbar, sehingga memiliki kapasitas yang lebih besar dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah,” ujar Alexander Wilyo.

Dukung Sektor Produktif

Selain menyepakati suntikan modal, RUPS-LB yang turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan serta para bupati dan wali kota se-Kalbar tersebut juga membahas sejumlah agenda krusial.

Beberapa di antaranya adalah persetujuan Laporan Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan), perubahan struktur organisasi, serta penetapan terkait Dewan Pengawas Syariah.

Bupati Alexander berharap, dengan fondasi modal yang semakin kuat, Bank Kalbar dapat bertransformasi menjadi bank daerah yang lebih sehat, modern, dan kompetitif.

Ia secara khusus mendorong bank milik daerah ini untuk lebih agresif dalam membiayai sektor riil.

“Saya mendorong agar Bank Kalbar semakin berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, penguatan UMKM, serta program-program prioritas pemerintah daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Bagi Alexander, Bank Kalbar bukan sekadar lembaga profit, melainkan instrumen vital untuk mewujudkan visi pembangunan Ketapang yang berkeadilan dan mandiri.

Sinergi yang erat antara pemerintah daerah dan perbankan dinilai sebagai kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Ketapang.

Laporan: Severinus | Editor: Rivaldy

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…