PJ Walikota Pontianak Tegaskan ASN yang Mangkir akan Kena Sanksi Tegas

pranusa.id April 16, 2024

Ilustrasi ASN (Luthfy Syahban/detikcom)

PRANUSA.ID — PJ Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Ani Sofian memastikan Aparatur Sipil (ASN) yang mangkir saat jadwal efektif masuk kerja akan kena sanksi tegas agar abdi negara disiplin serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Saat ini memang belum seluruh ASN hadir untuk efektif bekerja karena kebijakan pemberlakuan Work From Home (WFH) pasca-libur Lebaran. Namun saat jam kerja aktif dan masih mangkir akan di sanksi tegas,” katanya di Pontianak, dikutip dari Antara, Selasa (16/4).

Ia mengatakan mulai hari ini ASN yang khusus di bidang pelayanan kepada masyarakat, seperti tenaga kesehatan, ketertiban, keamanan, utilitas, transportasi, dan distribusi, wajib hadir. Pihaknya akan menggelar pengawasan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak), apabila pada hari Kamis masih ada ASN yang tidak masuk kerja.

“Kalau hari Kamis nanti masih ada kita temukan ASN yang tidak hadir, akan dikenakan sanksi disiplin,” ujarnya.

Momentum Idul Fitri membawa suasana kehangatan bagi masyarakat Kota Pontianak untuk saling mengunjungi. Dengan jumlah populasi umat Muslim yang melebihi 70 persen, Ani menyebut Lebaran di Kota Pontianak meriah dan penuh suka cita.

“Alhamdulillah selama Lebaran keamanan dan ketertiban terjaga, kondusif, semuanya senang saling menghargai,” ungkapnya.

Arus lalu lintas pun secara umum terpantau lancar. Pada saat tertentu memang terjadi kemacetan, tetapi hal itu dimaklumi karena momentum hari raya. Ani menambahkan, Pemkot Pontianak berencana untuk melakukan razia terhadap gelandangan dan pengemis (gepeng) yang mengganggu kenyamanan warga pengguna jalan.

“Kamtibmas secara umum baik, tidak ada masalah, Satpol PP juga merazia terhadap gepeng,” tutupnya.

Sebelumnya Pemkot Pontianak melakukan penyesuaian jam kerja ASN dan hal itu menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Gubernur Kalbar tentang penyesuaian jam kerja pasca libur mudik dan arus balik Idul Fitri 1445 Hijriah.

“Kami telah menerbitkan SE Wali Kota dengan Nomor 26 Tahun 2024 untuk mengatur pemberlakuan WFH maupun Work From Office (WFO) bagi ASN di lingkungan Pemkot Pontianak. Hal ini ditujukan sebagai langkah pemerintah melancarkan jalur transportasi darat yang begitu padat, mengingat tingginya jumlah pemudik dari berbagai daerah, ” kata Ani.

Ani menjelaskan penyesuaian jam kerja dilakukan selama dua hari kerja mulai dari hari Selasa (17/4) dan Rabu (18/4). Lebih lanjut, pemberlakuan WFH meliputi 50 persen pekerja di bidang administrasi serta dukungan pimpinan. Sedangkan untuk pelayan masyarakat diberlakukan WFO seratus persen.

“Khusus untuk pelayanan masyarakat seperti kesehatan, ketertiban, keamanan, utilitas, transportasi, distribusi, dan sejenisnya, diberlakukan WFO seluruhnya,” ungkap Ani. (*)

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…