Solusi Pemkab Sintang Atasi Tingginya Volume Sampah Rumah Tangga

pranusa.id January 2, 2022

FOTO: Tumpukan sampah rumah tangga di salah satu ruas jalan di Kabupaten Sintang beberapa waktu yang lalu. (Hanya untuk ilustrasi).

PRANUSA.ID– Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, mengamini banyak pekerjaan rumah terkait masalah lingkungan yang belum terselesaikan, khususnya soal sampah.

Hal itu disampaikan Edy saat diskusi daring bersama Generasi Melek Politik yang bertemakan ‘Anak Muda Menagih Janji Pemimpin Sintang’ pada Jumat (31/12/2021).

Menurut Edy, hal itu disebabkan karena kurangnya infrastruktur. Sebab, saat ini Kabupaten Sintang hanya memiliki satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan kondisi 80 persen sudah terisi.

“Selain TPA, kendaraan untuk mengangkut sampah yang ada di wilayah Sintang jumlahnya belum ideal. Pemerintah menganggap perlu adanya kolaborasi dengan stakeholder dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk bersama menyelesaikan permasalahan sampah,” ungkapnya.

Meski penuh keterbatasan, Edy mengaku, sejumlah program solutif sudah dikeluarkan. Salah satunya membentuk kelompok swadaya masyarakat demi membantu melakukan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah dan pengelolaan secara ekonomis sampah yang bisa didaur ulang.

“Pemerintah mengungkapkan bahwa beberapa kelurahan telah memiliki alat pengangkut sampah yang dibeli menggunakan dana kelurahan,” ujarnya.

Edy menjelaskan, Kabupaten Sintang tidak hanya menangani sampah rumah tangga. Namun juga mencari cara mengatasi dampak sampah yang dibuang sembarang ke Sungai Sintang.

Menurut Edy, ada dua sisi, yang pertama dari program, dan kedua, dengan cara komunikasi.

“Program kita lakukan secara implementatif sepert apa, kedua tentunya kita perlu komunikasi ke masyarakat. Bahwa dampak daripada sampah akan sangat berat,” katanya.

Edy merinci, program implementatif adalah program yang berjalan bersama para segenap elemen masyarakat, seperti karang taruna dan anak muda.

Edy meyakini, bila sampah-sampah rumah tangga ini diangkut oleh anak-anak karang taruna, akan menurunkan tingkat buang sampah di sungai.

“Program penyadaran masyarakat melalui sosialisasi di lingkungan ke sekolah-sekolah, kemudian program penguatan mengenai kepatuhan masyarakat buang sampah, jenis sampah yang dibuang dan penegakan hukum,” ungkapnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…