
PONTIANAK, PRANUSA.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat saat ini tengah mempercepat penguatan sektor pendidikan guna memperluas akses belajar serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara merata.
“Kalau ingin Indonesia Emas 2045 terwujud maka kuncinya ada pada pendidikan,” kata Gubernur Kalbar, Ria Norsan, di Pontianak, Rabu (8/4/2026).
Sebagai salah satu wujud percepatan tersebut, pemerintah daerah mulai menggulirkan program digitalisasi berupa penyediaan fasilitas internet gratis yang saat ini telah menjangkau sembilan sekolah.
“Internet gratis di sekolah bukan hanya soal jaringan tetapi membuka akses ilmu pengetahuan seluas-luasnya,” ujar Ria Norsan.
Perluasan akses belajar itu juga dibarengi dengan pemberian subsidi biaya pendidikan yang menyasar 21.000 siswa tingkat SMA, SMK, dan SLB di 274 sekolah swasta prioritas sejak awal tahun 2025.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak Kalimantan Barat yang putus sekolah karena keterbatasan biaya,” paparnya.
Selain berfokus pada peserta didik aktif, pemerintah daerah juga berkolaborasi lintas sektor untuk menangani lebih dari 114 ribu anak tidak sekolah melalui skema pendataan dan pendampingan khusus.
“Penanganan anak tidak sekolah harus menjadi gerakan bersama agar mereka kembali memperoleh pendidikan,” ucapnya.
Berbagai rumusan pembenahan di tingkat daerah tersebut kini terus didorong agar pelaksanaannya sejalan dengan program strategis nasional seperti Sekolah Unggul Garuda dan Sekolah Rakyat.
“Kami ingin pendidikan menjadi fondasi utama pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Kalimantan Barat,” katanya.
Laporan: Severinus | Editor: Arya