Vonis Mati untuk Terdakwa Pembunuhan Berantai di Sintang

pranusa.id February 24, 2022

FOTO: RA (27) pelaku pembunuhan satu keluarga di Sintang.

PRANUSA.ID– Riyan Anggianto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Desa Solam Raya, Kecamatan Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat dijatuhi vonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri (PN) Sintang.

Terdakwa divonis mati karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP.

“Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan,” kata ketua majelis hakim, Muhammad Zulqarnain dalam sidang PN Sintang, Rabu (23/2/2022).

Plt Kepala PN Sintang, Diah Pratiwi, menyebutkan ada tiga hal yang memberatkan terdakwa Rian. Pertama, melakukan pembunuhan secara sadar. Kedua, salah satu korban merupakan anak berusia lima tahun. Ketiga, terdakwa melakukan pembunuhan dengan cara yang sadis dan terencana.

Usai sidang, majelis hakim memberikan waktu tujuh hari kepada terdakwa dan JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Sintang untuk pikir-pikir.

JPU Andi Tri Saputro mengatakan, Kejari Sintang sependapat dengan putusan majelis hakim yang memvonis terdakwa dengan pidana mati. Menurutnya vonis itu telah sesuai tuntutan jaksa.

Pembunuhan oleh Riyan terhadap satu keluarga di Desa Solam Raya, yakni pasangan suami istri Sugiyono dan Turyati serta cucunya Afsia Amila Putri yang berumur 5 tahun, terjadi pada Agustus tahun lalu. Riyan membunuh secara sadis tiga korbannya karena sakit hati dibilang miskin saat ingin meminjam uang.

Pembunuhan yang dilakukan Riyan pun dilakukan dengan sadis. Usai menebas leher Sugiyo dan cucunya di atas motor hingga tersungkur ke tanah dengan menggunakan parang, Riyan kemudian melanjutkan aksinya.

Setelah jatuh ke tanah, Riyan menebas Sugiyono lagi sampai dipastikan benar-benar tewas. Bahkan, saat melihat cucu Sugiyono masih hidup, ia tak ragu menebasnya beberapa kali hingga benar-benar meninggal.

Belum puas membunuh Sugiyono dan cucunya, RA kemudian menjemput Turyati dengan alasan cucunya menangis. Ketika sampai di kebun sawit tidak jauh dari pembunuhan Sugiyono dan cucunya, Turyati juga tebas dengan parang hingga meninggal.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…