Wali Kota Pontianak: Pejuang Kesehatan Telah Berhasil Kendalikan Covid-19

pranusa.id November 13, 2021

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono (TRIBUN)

PRANUSA.ID — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-57 di Kota Pontianak diperingati dengan menggelar apel di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jumat (12/11/2021).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, peringatan HKN ke-57 ini menjadi momentum untuk menyemangati tenaga-tenaga kesehatan (nakes) yang berhadapan langsung dengan penanganan pandemi Covid-19 dari awal tahun 2020 hingga saat ini.

“Betapa jajaran Dinas Kesehatan sebagai pejuang-pejuang kesehatan telah berhasil mengendalikan Covid-19, memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bahkan beberapa nakes ada yang menjadi korban Covid-19,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Edi mengapresiasi aktivitas dan tugas jajaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak yang telah maksimal memberikan pelayanan kesehatan.

Target capaian vaksinasi juga telah berada di angka 70,7 persen. Hal ini pula patut diapresiasi. Dirinya yakin jajaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak terus berupaya memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat.

“Jajaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak akan terus berupaya berbuat dan berinovasi, untuk menjadikan warga Kota Pontianak sehat,” sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menuturkan, HKN ke-57 yang jatuh pada tanggal 12 November 2021 ini diperingati secara sederhana karena di samping masih dalam kondisi pandemi, saat ini Kalbar juga masih dalam keadaan berduka karena di beberapa wilayah di Provinsi Kalbar tengah mengalami musibah banjir.

“Momentum peringatan HKN ke-57 ini menjadi momen untuk evaluasi dan introspeksi seluruh jajaran kesehatan untuk terus melaksanakan tugas-tugasnya, disamping yang utama penanganan dan pengendalian Covid-19,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar jajarannya tidak melupakan program-program pokok yang berkaitan dengan kesehatan.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah berkaitan standar pelayanan minimal di bidang kesehatan, diantaranya pelayanan ibu hamil, balita, gizi, pelayanan penyakit-penyakit menular dan tidak menular yang masih menjadi masalah.

Salah satunya yang perlu dierikan penekanan adalah penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi.

“Saya mengimbau kepada orang tua untuk segera melakukan imunisasi kepada bayinya dimana selama pandemi imunisasinya belum lengkap, untuk dibawa ke posyandu karena posyandu kita sudah diaktifkan kembali untuk memberikan pelayanan kepada balita,” imbaunya.

Lahirnya HKN berawal dari penyakit malaria yang menyerang masyarakat Indonesia pada tahun 50-an silam. Ribuan jiwa terenggut oleh penyakit malaria.

Oleh sebab itu pemerintah berupaya melakukan pemberantasan malaria atau malaria eradication di seluruh penjuru tanah air. Pembasmian malaria tahun 1959 dilakukan secara massal ke rumah-rumah di seluruh Jawa, Bali dan Lampung.

Pembasmian malaria dilakukan dengan menggunakan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) dan penyemprotan secara simbolis dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 12 November 1959 di Desa Kalasan, Yogyakarta.

Selanjutnya kegiatan penyemprotan DDT juga dibarengi dengan kegiatan edukasi kesehatan dan penyuluhan kepada masyarakat.

Hasil dari program nasional itu dirasakan lima tahun kemudian, dimana sekitar 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria.

Menandai keberhasilan pemberantasan wabah malaria, pada 12 November 1964, pemerintah menetapkan hari tersebut sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) pertama. Peringatan ini juga sebagai bentuk optimisme dan pendongkrak kemajuan kesehatan di Indonesia.

*(Prokopim Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Lantik DPD se-NTT di Labuan Bajo, Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Mata dan Telinga Presiden
LABUAN BAJO – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia…
Gubernur Ria Norsan Canangkan Torasera Abdussalam Jadi Pusat Grosir Koperasi Desa se-Kalbar
KUBU RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) berencana…
SMA Kolese De Britto Jajaki Kerja Sama Digitalisasi dengan Universitas Ateneo de Davao Filipina
YOGYAKARTA – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan studi…
DPD RI Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Papua Lewat Dialog dan Penguatan HAM
JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak pemerintah untuk…
Dituduh Makar dan Propaganda, Peraih Nobel Perdamaian Narges Mohammadi Kembali Dipenjara di Iran
TEHERAN – Aktivis hak asasi manusia (HAM) terkemuka Iran sekaligus…
WhatsApp Image 2026-02-09 at 10.45.26