Banjir di Sintang: Dua Warga Meninggal, 24.522 KK Terdampak

pranusa.id November 6, 2021

FOTO: Banjir yang terjadi di Sintang, daerah Kampung Sesar RT03/RW01. (Dok. Pak We/Sintang Informasi).

PRANUSA.ID– Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) per Kamis (4/11/2021), pukul 18.55 WIB, tercatat dua orang meninggal dunia akibat banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Sementara itu, sebanyak 24.522 kepala keluarga (KK) juga turut terdampak banjir. Sebanyak 21.000 unit rumah, sarana tempat ibadah, dan 5 unit jembatan juga terdampak banjir.

“Satu orang yang meninggal dunia ditemukan di Kecamatan Tempunak dan satu lainnya di Kecamatan Binjai Sintang, Provinsi Kalimantan Barat,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB), Abdul Muhari, Sabtu (6/11/2021).

Ia menyebutkan, hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang masih terus berupaya melakukan pendataan di lapangan terkait korban meninggal dunia maupun warga yang mengalami luka-luka.

Abdul menyebut banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dengan tinggi air sekitar 300 sentimeter dari permukaan tanah.

Pada kesempatan itu, Abdul juga melaporkan bahwa kondisi di jalan lintas provinsi-kabupaten juga tidak bisa dilewati untuk kendaraan lantaran ruas jalan masih digenangi air. Akses listrik dan komunikasi di lapangan juga masih belum stabil.

Abdul kemudian memaparkan, sampai saat ini 12 kecamatan masih terendam banjir, yakni Kecamatan Kayan Hulu, Kecamatan Kayan Hilir, Kecamatan Binjai Hulu, Kecamatan Sintang, Kecamatan Sepauk, dan Kecamatan Tempunak.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…