Banjir Terjang Jalur Trans Kalimantan di Kabupaten Ketapang

pranusa.id October 10, 2022

FOTO: Banjir di jalur Trans-Kalimantan di Balai Berkuak, ibu kota Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Senin (10/10/2022). Dok. Kompas.ID/Wayan.

PRANUSA.ID– Jalur Trans-Kalimantan di Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, terendam banjir, Senin (10/10/2022). Kendaraan tidak bisa melintasi jalur tersebut dan mulai terjadi penumpukan antrean kendaraan. Air juga membanjiri puskesmas di sekitar jalur sehingga ada pasien yang terpaksa harus dievakuasi.

Wayan (39), warga Kecamatan Simpang Hulu, Senin, menuturkan, jalur yang terendam banjir berada di Balai Berkuak, ibu kota Kecamatan Simpang Hulu. Jalur terendam banjir sejauh 1 kilometer dengan kedalaman sekitar 80 sentimeter.

”Hingga Senin pagi, kendaraan baik mobil maupun sepeda motor tidak bisa melintas. Hanya mobil dengan ban besar yang bisa melintas. Antrean sudah mulai terlihat sekitar 50 kendaraan,” tuturnya.

Banjir bahkan merendam sejumlah fasilitas umum, antara lain puskesmas, SPBU, dan pasar. Aktivitas ekonomi di pasar juga nyaris lumpuh. Sebagian besar pertokoan tutup.

”Permukiman penduduk yang terendam berkisar 400-500 unit. Sejumlah posko sudah tampak dibuka, misalnya posko dari gereja, kepolisian sektor, dan dari desa,” ujar Wayan, Senin pagi.

Jalur Trans-Kalimantan tersebut menghubungkan Pontianak menuju Kabupaten Ketapang hingga ke wilayah Kalimantan Tengah. Jalur tersebut penting secara ekonomi karena merupakam jalur transportasi logistik.

Banjir juga menggenangi Puskesmas Balai Berkuak. Kepala Tata Usaha Puskesmas Balai Berkuak Fiktoria Sokfut menuturkan, ketinggian banjir di dalam puskesmas sekitar 40 cm. Pelayanan sementara dipindahkan ke gedung Kanisius, gedung pertemuan milik Gereja Katolik. ”Seorang pasien rawat inap juga ada yang dievakuasi ke Gedung Kanisius,” tuturnya.

Banjir pun menggenangi jalan utama di Nangat Tayap, ibu kota Kecamatan Nanga Tayap, masih di Kabupaten Ketapang. Jalan yang tergenang masih bagian dari jalur Trans-Kalimantan. Fabianus (32), warga Nanga Tayap, menuturkan, banjir di ruas jalan utama ada di tiga lokasi.

Setiap lokasi yang tergenang banjir di kota Nanga Tayap sepanjang 100-150 meter. Ketinggian banjir di setiap lokasi berkisar 40-80 cm. Sepeda motor sulit melintasi jalan sehingga ada yang sudah menggunakan rakit. Sejauh ini, mobil masih bisa melintas.

Sumber: Kompas.ID

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…