Berhasil Bangun 5 Elemen Infrastruktur, Kubu Raya Raih Penghargaan Bhumandala Kanaka dari BIG RI

pranusa.id November 27, 2022

Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan. (Foto: kagama.co)

PRANUSA.ID — Kabupaten Kubu Raya sukses meraih penghargaan bergengsi Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dari Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia.

Penghargaan diberikan atas prestasi dalam mengembangkan Simpul Jaringan dan meningkatkan pemanfaatan lnformasi Geospasial dan Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Kepala BIG Muh Aris Marfai kepada Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat 25 November 2022 kemarin

Seperti di ketahui, penghargaan Bhumandala diberikan untuk mendukung pelaksanaan kebijakan satu peta dan pembangunan yang berkelanjutan dan Penghargaan tersebut diberikan kepada Kementerian/Lembaga, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang berhasil menerapkan lima pilar Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).

Kelima pilar tersebut yakni pilar kebijakan, pilar kelembagaan, pilar sumber daya manusia, pilar standar, dan pilar teknologi dalam pengembangan simpul jaringan.

Kepala BIG, Muh Aris Marfai mengatakan Kabupaten Kubu Raya termasuk simpul jaringan yang dapat menjadi percontohan bagi daerah lainnya di Indonesia.

Selain itu, Kubu Raya telah melakukan progres yang sangat cepat dalam pembangunan simpul jaringan.

“Kini dalam waktu delapan bulan Kabupaten Kubu Raya telah berhasil membangun kelima elemen infrastruktur informasi geospasial. Untuk elemen kebijakan bahkan saat ini sedang disusun Raperda bidang Informasi Geospasial yang diharapkan dapat menjaga keberlangsungan penyelenggaraan informasi geospasial di Kabupaten Kubu Raya,” tuturnya.

Aris mengatakan penghargaan Simpul Jaringan Informasi Geospasial telah memasuki tahun keempat sejak pertama kali diselenggarakan pada 2014 lalu.

Dalam perjalanannya, proses monitoring dan evaluasi terhadap kinerja simpul jaringan selalu disinergikan dengan Peraturan Presiden tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional.

Selain itu, terbitnya Peraturan Presiden tentang Satu Data Indonesia menjadi komitmen bahwa penyelenggaraan Informasi Geospasial harus memenuhi standar data, memiliki metadata yang baku, dan memenuhi kaidah interoperabilitas data.

“Proses evaluasi pada tahun 2022 ini telah memasuki tahap akhir dan perkenankan kami mengucapkan selamat kepada Kabupaten Kubu Raya atas prestasinya yang telah berhasil meraih Bhumandala Kanaka (medali emas) untuk kategori kabupaten bersama dengan Kabupaten Sleman,” ucapnya.

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan peluncuran inovasi pembangunan Sistem Informasi Data Berbasis Geospasial dimulai pada Maret 2021.

Intinya, kata dia, semua data dan informasi atas subyek dan obyek tak hanya disuguhkan dalam bentuk tabel (data tabuler), namun juga dalam bentuk nama, alamat, lokasi, posisi koordinat, dan informasi berbasis peta ruang kebumian. Sehingga lebih faktual menunjukkan posisi dan sebaran, data-data lebih akurat, mutakhir, terpadu, lengkap, dan langsung dari sumbernya.

“Jadi semua tematik pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial dasar, infrastruktur dasar pariwisata, data pelaku UMKM, sektor pertanian, perkebunan rakyat dan korporasi, perikanan, pengolahan, perizinan, dan sebagainya menjadi lebih terpetakan jelas semua. Sehingga dalam proses perencanaan, pelaksanaan, sampai monitoring evaluasi dan pengawasan pun lebih efektif dan efisien, cepat, tepat, dan berkeadilan,” jelasnya.

Bupati Muda mengatakan sistem informasi data berbasis geospasial akan lebih menavigasi dalam rencana sasaran subyek dan obyek. Sehingga tidak khawatir keliru sasaran dan alokasi anggaran. Arah kebijakan-kebijakan strategis pun menjadi sangat jelas dan konsisten bagi semua pihak. Alhasil rakyat akan terakses dan terlayani dengan baik dan berkeadilan.

“Jadi arah kebijakan tidak serampangan dan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mendesak rakyat di tiap rumah tangga. Bukan hanya berdasarkan keinginan dan kepentingan politik praktis yang instan saja,” ucapnya.

“Semoga desain inovasi orisinil dari Kubu Raya ini mampu menjadi model inovasi sistem informasi dan data yang berkontribusi besar bagi upaya percepatan mewujudkan satu data satu peta Indonesia,” tambahnya.

Sebelumnya, Kabupaten Kubu Raya juga meraih Juara Pertama Lomba Inovasi Daerah “Kalimantan Barat Innovation Award (KALBARIA) Tahun 2022”, Kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Penghargaan diberikan untuk inovasi Geoportal dan Webgis Kepong Bakol.

Sumber: Tribun Pontianak

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…