Berkunjung ke Ketapang, Moeldoko: Perlindungan dan Konservasi Orangutan Butuh Kolaborasi

pranusa.id July 22, 2023

Ilustrasi: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Laporan: Srilinus Lino | Editor: Bagas R.

PRANUSA.ID– Kepala Staf Kepresidenan,  Moeldoko, mewanti-wanti semua pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga kelangsungan hidup orangutan. “Jangan malah saling menghambat,” tegasnya.

Moeldoko menyampaikan ini saat meninjau pusat rehabilitasi dan konservasi orangutan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), di Ketapang, Kalimantan Barat, Jum’at (21/7).

Moeldoko menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga non pemerintah dan masyarakat umum sangat dibutuhkan dalam perlindungan dan konservasi orangutan. Jika tidak dilakukan, spesies ikonis itu tidak akan tertolong.

“Masa depan orangutan di Indonesia sangat ditentukan oleh aksi cepat yang kolaboratif. Jangan saling mengedepankan ego sektoralnya,” katanya dalam keterangan tertulis.

Ia menilai, keberadaan YIARI sebagai organasisai non pemerintah yang fokus pada penyelamatan, perlindungan, dan konservasi orangutan layak mendapat dukungan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“YIARI punya kemampuan dan fasilitas lengkap, dokter hewannya juga selalu siaga. Setiap orangutan dipantau secara detail. Gerakan ini patut kita dukung,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kunjungan kerja  Moeldoko di pusat rehabilitasi dan konservasi orangutan YIARi, Ketapang, Kalimantan Barat, untuk memastikan konservasi orangutan berjalan dengan baik. Pada kesempatan itu, Moeldoko juga secara simbolis melepasliarkan kembali empat orangutan ke habitat alam.

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…