Inflasi Kalbar Masuk Zona Hijau, Norsan Yakin Harga Terkendali Sambut Tahun Baru

pranusa.id December 30, 2025

FOTO: Ria Norsan

PONTIANAK — Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyampaikan keyakinannya bahwa inflasi di provinsi yang ia pimpin akan tetap terkendali menjelang pergantian tahun.

Pernyataan itu disampaikan Ria Norsan seusai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi bersama sejumlah kementerian dan lembaga secara virtual dari Kantor Gubernur Kalbar, Senin (29/12/2025).

Menurut Ria Norsan, capaian inflasi di Kalbar saat ini berada pada level yang relatif rendah sehingga provinsi tersebut tercatat dalam zona hijau nasional.

Angka inflasi tahun ini dicatat di kisaran 2,04 persen dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH) mencapai 2,01 persen, jauh berada di bawah rata-rata beberapa wilayah lain di Indonesia.

“Alhamdulillah, Kalimantan Barat berada di zona hijau dengan inflasi 2,04 persen dan IPH 2,01 persen. Ini menunjukkan kondisi harga relatif stabil dan stok pangan masih terkendali,” ujar Ria Norsan.

Norsan menegaskan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak terlepas dari langkah konkret yang dilakukan pemerintah provinsi, termasuk upaya pengendalian harga pangan melalui program-program di tingkat kabupaten dan kota serta pemantauan langsung di pasar tradisional.

Ia menilai langkah tersebut menjadi kunci utama dalam merespons potensi lonjakan permintaan menjelang libur panjang akhir tahun.

“Gerakan Pangan Murah terus kami lakukan. Saya juga rutin turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi harga dan ketersediaan stok. Data menunjukkan harga beras bulan ini mengalami penurunan,” kata Ria Norsan.

Ria Norsan juga mengingatkan jajaran pemerintah daerah untuk tidak lengah dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan kebutuhan pokok.

Ia menyatakan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat dan instansi lain akan terus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan tidak berdampak pada daya beli masyarakat selama periode libur dan setelahnya.

Sumber capaian inflasi dan langkah pemerintah provinsi menunjukkan Kalimantan Barat berhasil mengendalikan tekanan harga menjelang akhir tahun, sehingga masyarakat dapat menyambut pergantian tahun dengan kestabilan pasokan barang pokok dan harga yang relatif terjaga.

Laporan: Severinus | Editor: Kristoforus

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…