Menkes Sebut Vaksinasi Kalbar Rendah, Midji: Apa yang Mau Disuntik? Air Hujan?

pranusa.id August 27, 2021

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

PRANUSA.ID– Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, terlihat kesal lantaran Menteri Kesehatan Budi Guniadi Sadikin, mengklaim wilayah Kalbar merupakan salah satu dari 5 provinsi dengan cakupan vaksinasi terendah.

Midji, sapaan akrab, mengungkapkan penyebab cakupan vaksinasi COVID-19 di Kalbar bisa rendah justru dikarenakan stok vaksin yang sesuai data kebutuhan tidak kunjung dikirim oleh pihak Pemerintah Pusat.

“Vaksin itu kita termasuk nomor 5 terkecil capaiannya. Jadi, Kalbar butuh 3,8 juta (orang divaksin). Kita butuh 7,6 juta dosis. Yang dikirim kita 1,3 juta vaksin. Yang sudah divaksin pertama itu (kurang lebih) 670 ribu orang, sedangkan vaksin suntikan kedua 300 ribu orang lebih. Sisanya sekarang dilakukan untuk vaksin dosis kedua yang sudah jatuh tempo,” jelas Midji dilansir dari Kumparan, Jumat, 27 Agustus 2021.

Cakupan vaksinasi COVID-19 sampai sekarang sudah mencapai 16 persen, namun vaksinasi dosis kedua baru mencapai 8 persen, sambung Midji. Ia pun kemudian mempertanyakan vaksin yang tidak kunjung dikirim tersebut karena berakibat tidak lancarnya proses vaksinasi di Kalbar.

“Nah jadi sebetulnya bukan capaian kita. Kita sudah menggunakan vaksin 90 persen lebih (dari yang dikirim). (Masalahnya) vaksinnya tidak dikirim ke Kalbar. Menteri (kesehatan) ngomong, seakan-akan Kalbar capaian terendah, apa yang mau disuntikkan? Air hujan?,” kata Sutarmidji.

Mantan Wali Kota Pontianak tersebut mengatakan, hingga saat ini vaksinasi dosis pertama masih belum bisa digencarkan, karena keterbatasan stok vaksin. Hal itu dikarenakan stok vaksin diberikan untuk masyarakat yang menunggu vaksin dosis kedua yang telah jatuh tempo. Maka, ia pun meminta pihak pemerintah pusat menggunakan data jika mau menyampaikan sesuatu.

“Pusat itu harus bicara, supaya daerah jangan jadi masalah. Seharusnya mereka pakai data, jangan (asal) ngomong. Kecuali dia kasih kita vaksin 2 juta, baru dipakai 1 juta, boleh marah. Ini vaksin sudah disuntik. Yang ada sekarang untuk orang jatuh tempo kedua,” ungkapnya.

Ia pun lantas meminta Pemerintah Pusat untuk adil dalam membagikan vaksin ke tiap provinsi di Indonesia, agar target cakupan vaksinasi di Indonesia dapat tercapai. Terlebih, Kalbar hanya menerima 16 persen dosis vaksin sementara daerah yang lain bisa mencapai 48 persen.

“Kalau mau data seperti itu, distribusi merata. Kalau (daerah) yang lain 48 persen, seluruh Indonesia 48 persen. Kalbar (cuma) dikasih 16 persen. Gak adil. Lalu dikirim data, Kalbar capaiannya rendah. Gimana gak rendah, kalau vaksinnya gak dikirim,” jelasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…