Pasca Insiden Tambang PT SRM, Imigrasi Ketapang Amankan 29 WNA China

pranusa.id December 18, 2025

Ilustrasi: Penahanan Kasus

KETAPANG – Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ketapang bergerak cepat mengamankan 29 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang bekerja di area pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (SRM).

Langkah pengamanan ini diambil menyusul terjadinya insiden penyerangan dan ketegangan di lokasi perusahaan yang terletak di Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Kasi Tikim) Imigrasi Ketapang, Ida Bagus Putu Widia Kusuma, mengonfirmasi bahwa para WNA tersebut tiba di Kantor Imigrasi pada Selasa (16/12/2025).

Mereka sebelumnya dievakuasi oleh aparat TNI dari lokasi tambang demi alasan keamanan.

“Awalnya 26 orang yang diamankan. Namun, dua di antaranya sempat sakit dan dibawa ke rumah sakit, kemudian kembali lagi ke Imigrasi. Saat ini totalnya 29 orang yang sedang diperiksa,” ujar Ida Bagus saat dikonfirmasi, Rabu (17/12/2025).

Proses Pemeriksaan Diambil Alih Pusat

Berdasarkan data imigrasi, tercatat ada 34 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang beraktivitas di lingkungan PT SRM.

Dari jumlah tersebut, 29 orang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif terkait dokumen keimigrasian dan keterlibatan mereka dalam insiden di lokasi tambang.

Ida Bagus menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mendalami status hukum para WNA tersebut. Namun, penanganan kasus ini kini telah diambil alih oleh Subdirektorat Pengawasan Keimigrasian di tingkat pusat.

“Dari sisi keimigrasian, pemeriksaan masih berjalan. Kami masih mencari benang merahnya. Penanganan sudah diambil alih oleh pusat, sehingga kami menunggu arahan lebih lanjut dari Direktorat Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian,” jelasnya.

Selain proses di Imigrasi, kasus ini juga telah dilaporkan ke Polda Kalimantan Barat sebagai bagian dari koordinasi lintas instansi.

Ida Bagus menambahkan, proses pemeriksaan belum sepenuhnya rampung karena pihak manajemen PT SRM belum memenuhi undangan untuk memberikan keterangan di Kantor Imigrasi Ketapang.

“Sejak kemarin hingga hari ini, 29 WNA tersebut masih berada di Kantor Imigrasi Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…