Pemkot Singkawang Ikuti Rakor Kemendagri Bahas Antisipasi Kenaikan Harga

pranusa.id January 16, 2024

Ilustrasi: Inflasi.

(Rilis Pemkot Singkawang)

PRANUSA.ID– Pemerintah Kota Singkawang mengikuti rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) secara daring di TCM Room, Senin (15/1/2024).

Dipimpin oleh Inspektorat Jenderal Kemendagri RI Tomsi Tohir, Rakor kali ini diikuti oleh Pj Wali Kota Singkawang Sumastro didampingi Pj Sekretaris Daerah, perwakilan Forkopimda, perwakilan BPS Kota Singkawang, Asisten II Sekretariat Daerah, serta Kepala OPD dan stakeholeder terkait.

Dalam arahannya, Tomsi Tohir mengatakan pada rakor pengendalian inflasi di minggu kedua Januari tahun 2024 ini lebih difokuskan kepada kenaikan harga dan mengantisipasinya.

“Pada Indeks Perkembangan Harga bahan pangan di minggu kedua Januari ini, ada tiga komoditas yang naik dibanding minggu lalu, yakni bawang merah, bawang putih, dan daging ayam ras. Kita harus fokus mengatasi kenaikan harga tiga komoditas tersebut.” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik Windhiarso Putranto menyampaikan dalam paparannya, inflasi bulan Januari dominannya selalu disebabkan oleh inflasi komponen harga yang bergejolak.

“Secara nasional, jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH turun sebesar 9 persen poin. Wilayah dengan persentase penurunan terbesar secara berturut-turut adalah Pulau Jawa 16,85 persen poin, Pulau Sumatera -13.08 persen poin, dan luar Pulau Jawa dan Sumatera -4,48 persen poin.” jelasnya.

Ia menyebut, komoditas cabai rawit masih mengalami fluktuasi harga yang cukup signifikan hingga minggu kedua Januari ini.

“Fluktuasi harga komoditas tersebut terjadi di 156 kabupaten/kota seluruh Indonesia,” ujarnya.

Di Kota Singkawang sendiri, dari data yang dikeluarkan BPS Kota Singkawang pada 2 Januari 2024 menyebutkan inflasi di Kota Singkawang masih relatif stabil.

Hingga Desember 2023, secara tahunan inflasi di Kota Singkawang mencapai 1,74 persen, lebih rendah dibanding inflasi tahunan Desember 2022 yang sebesar 5,96 persen. Dengan penyumbang utama inflasi tahunan di antaranya adalah komoditas beras, rokok kretek filter, dan bawang putih dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,7943%; 0,3203%; dan 0,1445%.

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…