Pemprov Kalbar Tuntaskan Bedah 132 Rumah Warga yang Tak Layak Huni

pranusa.id October 27, 2025

FOTO: Ria Norsan

PONTIANAK – Sebanyak 132 keluarga di 12 kabupaten di Kalimantan Barat telah menikmati hasil Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sepanjang 2025.

Program ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar di bawah kepemimpinan Gubernur Ria Norsan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kalbar, realisasi program RTLH sudah mencapai 100 persen hingga Oktober 2025.

Seluruh pendanaan untuk program bedah rumah ini sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Kalbar.

“Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan senilai Rp30 juta untuk pembelian bahan bangunan dan upah tenaga kerja,” ujarnya.

Program RTLH merupakan langkah strategis yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok miskin ekstrem.

Sasaran utamanya adalah memperbaiki kondisi fisik rumah, mulai dari atap, dinding, lantai, hingga fasilitas MCK, agar menjadi tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman.

Gubernur Ria Norsan berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata kepada penerima.

“Semoga dengan adanya program ini, warga dapat menikmati hasilnya dan merasakan manfaat langsung bagi kesejahteraan keluarga,” kata Ria Norsan.

Melalui upaya perbaikan rumah warga yang tidak layak huni ini, Pemprov Kalbar menargetkan tidak hanya meningkatkan martabat, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Barat secara berkelanjutan.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…