Pendidikan Sejarah UNTAN Gelar Workshop Implementasi Analisis Wacana Kasus untuk Guru

pranusa.id August 7, 2026

FOTO: Kegiatan Workshop Implementasi AWK Pendidikan Sejarah FKIP UNTAN

PONTIANAK, PRANUSA.ID — Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar Workshop Implementasi Pembelajaran Mendalam Melalui Metode Analisis Wacana Kasus untuk Guru Sejarah.

Kegiatan yang ditujukan bagi guru-guru SMA/SMK/MA sederajat se-Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung di Aula Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XII Kalimantan Barat, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata perguruan tinggi dalam mendampingi guru merancang pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, kritis, dan berorientasi pada pemahaman mendalam (deep learning).

Dosen Pendidikan Sejarah Untan, Yustinus Rudiyanto, tampil sebagai pemateri pertama dengan mengulas fondasi pembelajaran sejarah yang bermakna.

“Sejarah tidak boleh berhenti sebagai hafalan nama, tempat, dan tahun belaka. Pembelajaran baru terasa bermakna ketika siswa mampu mengaitkan peristiwa masa lalu dengan pemecahan masalah dan tantangan kehidupan yang mereka hadapi hari ini,” ujar Yustinus di hadapan puluhan peserta workshop.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh M. Rikaz Prabowo yang memaparkan secara sistematis tahapan perencanaan hingga eksekusi metode Analisis Wacana Kasus (AWK) di ruang kelas.

Menurutnya, metode ini melatih siswa membedah dokumen sejarah dan wacana publik secara analitis.

“Metode Analisis Wacana Kasus ini mengajak peserta didik untuk membedah teks, perspektif, dan konteks di balik sebuah peristiwa sejarah. Dengan demikian, siswa tidak hanya menerima informasi satu arah, tetapi melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills) dalam menyikapi narasi sejarah,” jelas Rikaz.

Usai mendengarkan pemaparan materi dan melakukan simulasi perancangan modul ajar, para guru peserta workshop berkomitmen untuk segera menerapkan metode AWK di kelas masing-masing.

Melalui penerapan langsung di sekolah, siswa diharapkan dapat belajar membedah sumber sejarah secara aktif serta menyusun argumen yang berbasis bukti (evidence-based thinking).

Melalui agenda ini, Program Studi Pendidikan Sejarah Untan berharap metode Analisis Wacana Kasus dapat dipraktikkan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah se-Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, sehingga iklim pembelajaran sejarah menjadi semakin interaktif, relevan, dan mendalam.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…