Sekda Sanggau: Penyaluran BBM Subsidi Rentan Penyelundupan dan Penjualan Ilegal

pranusa.id October 25, 2025

Ilustrasi SPBU Pertamina atau BBM. (KOMPAS/HERU SRI KUMORO)

ENTIKONG – Pemerintah Kabupaten Sanggau mengungkap berbagai kendala dalam pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Sekretaris Daerah (Sekda) Sanggau, Aswin Khatib, menyoroti masalah utama adalah ketidaktepatan sasaran dan tingginya potensi kebocoran subsidi di lapangan.

Aswin menjelaskan bahwa BBM bersubsidi rentan dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak, selain menghadapi ancaman penyimpangan lain.

“Persoalan yang kita hadapi diantaranya penyaluran yang tidak tepat sasaran yaitu banyak masyarakat yang tidak berhak menerimanya namun menggunakannya, adanya kebocoran subsidi, yang mana BBM subsidi ini rentan penyalahgunaan, penyelundupan dan penjualan ilegal,” kata Aswin, Kamis (23/10/2025).

Menurut Aswin, BBM bersubsidi adalah barang penting yang kebutuhannya sangat mendesak bagi masyarakat dan disubsidi oleh negara.

Oleh karena itu, ia menegaskan kewajiban pemerintah daerah untuk memastikan komoditas tersebut terdistribusi dengan baik dan tepat sasaran.

Masalah Implementasi Aplikasi Digital

Dalam rangka memastikan penyaluran yang tepat sasaran, Aswin menyebut Pemerintah telah mengambil beragam langkah strategis, termasuk menerbitkan beberapa regulasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Saat ini, pendistribusian BBM bersubsidi —khususnya bagi penggunaan non-kendaraan— mengacu pada regulasi baru.

Distribusi dilakukan berdasarkan surat rekomendasi yang diterbitkan oleh perangkat daerah terkait, sebagaimana tertuang dalam Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023.

“Bahkan saat ini pemberian rekomendasi menggunakan aplikasi XStar untuk penerbitan rekom BBM,” ungkapnya.

Namun, sistem digitalisasi yang sedianya diharapkan mampu memperkuat pengawasan dan meminimalisir penyimpangan di lapangan ini, belum berjalan optimal.

Aswin menyebut, evaluasi BPH Migas dan Dinas Perindag dan ESDM Provinsi Kalbar menunjukkan penerapan aplikasi XStar di Sanggau belum sesuai harapan.

“Ini yang kita cari tahu apa masalahnya. Rakor hari ini penting untuk kita bicarakan terkait distribusi dan penggunaan aplikasi XStar,” tegas Aswin.

Kontributor: Abang Indra | Sumber: RRI

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…