Wagub Kalbar Sebut Kerusakan Hutan Jadi Biang Kerok Cuaca Panas di Pontianak

pranusa.id April 25, 2026

FOTO: Krisantus Kurniawan, Wakil Gubernur Kalbar

PONTIANAK, PRANUSA.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyebutkan bahwa cuaca panas ekstrem yang semakin terasa di Kota Pontianak diduga kuat merupakan dampak dari kerusakan hutan saat menghadiri peringatan Hari Bumi di Hotel Golden Tulip Pontianak pada Jumat (24/4/2026).

“Sekarang kita rasakan di Kota Pontianak ini, suhu sudah semakin panas, kalau dulu paling 30, 29, 30 derajat celcius, sekarang 31, 34, bahkan 36, nah itu akibat apa, akibat kerusakan hutan, karena lapisan atmosfer juga sudah semakin menipis, sehingga panas bumi semakin panas,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kondisi krisis ekologis tersebut, ia secara khusus meminta seluruh perusahaan agar lebih bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menekankan pentingnya pengendalian keran investasi yang berpotensi memicu deforestasi.

“Kita harus kendalikan investasi, dampak lingkungan harus diawasi, setiap perusahaan wajib menjaga lingkungan dan mengendalikan dampak yang ditimbulkan, hutan yang masih lestari harus dijaga, jangan sampai berkurang, bahkan kalau bisa ditambah melalui penanaman kembali,” tegasnya.

Selain memberikan peringatan keras kepada pihak korporasi, ia juga turut mengimbau seluruh elemen masyarakat di wilayah Kalimantan Barat untuk bersinergi menjaga sisa kawasan tutupan hutan yang ada saat ini.

“Investasi di Kalbar sudah cukup, sekarang hutan kita tinggal sedikit, mari kita lestarikan dan jaga bersama agar tidak semakin berkurang,” pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…