Walhi Kalbar Undang Jokowi Tinjau Langsung Banjir di Sintang

pranusa.id November 19, 2021

FOTO: Presiden RI Joko Widodo (Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

PRANUSA.ID– Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Barat, Nicodemus Ale mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk datang ke Kabupaten Sintang guna meninjau langsung kondisi banjir.

Nico menuturkan, Jokowi seharusnya mengambil langkah tindakan nyata, bukan hanya sekedar tahu dan membuat pernyataan bahwa banjir disebabkan karena kerusakan lingkungan bertahun-tahun.

“Karena presiden sudah ber-statement dengan mengatakan kondisi lingkungan di Sintang yang sudah cukup parah dan terjadi puluhan tahun, kita mengundang presiden untuk segera meninjau lokasi dan segera melakukan tindakan tindakan konkret,” kata Nico dalam keterangannya dilansir dari CNN Indonesia TV, Kamis (18/11/2021).

Ia pun mengatakan, pemerintah pusat memegang kendali atas pemberian izin, seperti Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) dan izin Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Sehingga menurutnya, baik pemerintah daerah maupun pusat sama-sama punya tanggung jawab serta harus saling bersinergi dalam memperbaiki kerusakan lingkungan di Kalbar dan sejumlah daerah lain. Salah satunya yaitu dengan merevisi tata ruang dan revisi perizinan perizinan.

Jika memungkinkan, sambung Nico, pemerintah bisa melakukan audit lingkungan. Hal itu perlu dilakukan karena menurut Nico, terdapat banyak kesalahan dalam proses perizinan terkait pembukaan izin industri berbasis hutan dan lahan tersebut.

“Ini memang perlu segera didorong untuk melakukan audit. Bukan hanya soal kesalahan, kami ingin melihat keseimbangan antara industri yang berbasis ekonomi yang berbasis ekonomi Hutla dengan dampak lingkungan yang akan terjadi disebabkan oleh mereka, kelompok kelompok investasi itu,” ujarnya.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata mengatasi banjir Sintang. Ia mengingatkan bencana ekologis sudah tak terbendung lagi dan berpotensi terjadi di daerah lainnya, seperti Kalimantan Tengah.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…
Jaga ‘Mata Air’ Kaderisasi, HMI Cabang Ende Gelar Basic Training LK 1 di Gedung Baznas
ENDE, PRANUSA.ID — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ende menggelar…
Rapor Hitam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Indonesia Dalam Badai Krisis Nasional
OPINI, PRANUSA.ID— Sudah 2 tahun berselang kekuasaan korup ini memerintah.…
Persoalkan Etika dan Dokumen Pendidikan, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres
JAKARTA, PRANUSA.ID — Ratusan akademisi yang tergabung dalam Forum Guru…
Komisi IV DPR Buka Opsi Masukkan Aturan Terorisme Ekologi Karhutla dalam Revisi UU Kehutanan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Parlemen menyambut positif wacana pemerintah yang ingin…