Aceh Tenggara Tanpa PDP Covid-19, Gugus Tugas Minta Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

pranusa.id April 28, 2020

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP Covid-19) Kabupaten Aceh Tenggara menyampaikan update terkini mengenai perkembangan situasi pandemi di wilayah tersebut. Melalui kanal Youtube, Kepala Dinas Kominfo Aceh Tenggara yang juga merupakan juru bicara GTPP Covid-19 Aceh Tenggara menyebut bahwa hingga Senin (27/4/2020) status Orang Dalam Pemantauan atau ODP mencapai 37 orang.

“Berkurang 3 orang dari kemarin. Pasien Dalam Pengawasan atau PDP, alhamdulilah belum ada” ujar Zul Fahmy melalui kanal Youtube Diskominfo Aceh Tenggara. 

Zul pun menyebutkan bahwa berdasarkan catatan harian sejak 26 April hingga 27 April, jumlah masyarakat yang masuk wilayah Aceh Tenggara sebanyak 335 orang di pintu perbatasan Lau Pakam yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Sementara dari pintu masuk Ketambe disebut berjumlah 93 orang.

Pihaknya pun menghimbau masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, tidak keluar rumah bila tak mendesak, serta menjaga perilaku hidup sehat bersih. Selain itu untuk warga yang datang dari luar daerah diharapkan jujur menyebutkan daerah kedatangannya serta melakukan isolasi mandiri demi antisipasi penularan.

“Tetaplah ikuti saran dan aturan karantina mandiri di rumah dan kute (desa) masing-masing” ujar Fahmy.

Fahmy menyebut pengendalian pandemi hanya dapat dilakukan dengan mematuhi aturan kesehatan yang ada. Kerjasama antar seluruh pemangku kepentingan dalam rangka pencegahan dan penanganan covid-19 menurutnya sangat diperlukan.

Kabupaten Aceh Tenggara sendiri sejauh ini belum mencatatkan kasus positif infeksi Corona. Berbagai langkah dilakukan pemerintah dalam mencegah penularan, termasuk membuka posko di perbatasan atau pintu masuk wilayahnya.

Ilustrasi Penjemputan

Meski demikian, publik sempat diramaikan dengan kembalinya warga ke kampung halamannya tanpa mengikuti mekanisme karantina. Hal ini sempat disesalkan warga Desa Lawe Desky I Aceh Tenggara melalui akun Facebook Stepanus Ginting, yang menyorot penjemputan ODP untuk selanjutnya diperiksa.

“Mengapa dari zona merah masuk ke Aceh Tenggara bisa sampai” ujar Ginting dalam rekaman tersebut.

Ginting pun pun menaruh harap agar pengawasan dapat lebih baik dan hasil pemeriksaan rapid test dan PCR pelajar yang pulang kampung tersebut negatif. Pihaknya menyesalkan sudah 4 hari di kampung, ODP tersebut masih ikut beraktivitas keluar rumah. Ia mengaku tak ingin melakukan diskriminasi, namun penjemputan setelah 4 hari masuk kampung dinilai patut dipertanyakan.

Selain di Lawe Desky I, sebelumnya warga di sosial media sempat mempertanyakan adanya santri yang kembali dari Jawa Timur tanpa ada penanganan khusus.Pihak RSU H Sahudin pun dengan sigap menindaklanjuti temuan di sosial media tersebut.

Berdasarkan informasi terkini, seluruh test untuk beberapa santri yang kembali ke Aceh Tenggara itu dinyatakan hasilnya negatif. Hal ini selaras dengan laporan terbaru oleh Fahmy.

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Bedah Buku “Legislative Inaction”: Menyoroti Lemahnya Peran Legislatif di Indonesia
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Social Movement Institute (SMI) menggelar kegiatan bedah…
Kesaksian Dosen di Sidang MK: Gaji Pokok Di Bawah UMK, Hingga Terpaksa Jualan di Car Free Day
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kisah memilukan diungkapkan oleh Imam Ahmad, seorang…
Ketua Komisi VIII DPR RI Buka Peluang RUU Pidana LGBT, Sebut Perilaku Menyimpang sebagai Ancaman Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang…
Aksi “Ibu Berisik” di Bundaran UGM: Suarakan Persoalan Inflasi hingga Pajak Mencekik
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID – Komunitas Ibu Berisik menggelar aksi damai dan…
Ribuan Pelayat Tuntut Balas Dendam ke AS dan Israel Atas Kematian Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN, PRANUSA.ID – Ribuan pelayat memadati upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi…