Airlangga Hartarto Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 2021 Tercapai

pranusa.id November 12, 2021

FOTO: Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto

PRANUSA.ID — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimistis mencapai target pertumbuhan ekonomi 2021 pada kuartal IV (Q4).

“Jika pandemi bisa dikendalikan dan kita jaga sampai dengan Q4, maka pada Q4 tahun 2021 belanja pemerintah diperkirakan akan bisa meningkat,” kata Airlangga dilansir Antara pada Kamis (11/10/2021).

Airlangga menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang tumbuh positif 3,51 persen (yoy) pada Q3 2021 menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia mampu bertahan dan tetap berlanjut meskipun sempat terjadi pengereman akibat PPKM di tengah lonjakan kasus positif Covid-19.

“Di Q3 tahun 2021 kita melakukan pengereman dengan PPKM karena angka kasus harian COVID-19 yang tinggi sampai 574.315 kasus per hari. Meskipun demikian, kita masih bisa tumbuh positif terdorong oleh ekspor yang mencapai 29,16 persen (yoy) dan impor 30,1 persen (yoy),” jelasnya.

Industri pengolahan tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi yaitu 3,68 persen, begitu juga dengan pertambangan yang tumbuh 7 persen, kesehatan tumbuh 14 persen dan perdagangan yang masih bertahan di 9 persen.

“Kita sangat terbantu oleh supercycle dari harga minyak, CPO, nikel, tembaga, aluminium, dan karet yang naik. Jadi ekspor kita terbantu juga oleh harga-harga komoditas tersebut sehingga kita masih bisa bertahan di 3,5 persen,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, Indeks Keyakinan Konsumen per Oktober 2021 sudah masuk dalam fase optimis atau berada pada angka 113,4, lebih tinggi dibandingkan 95,5 pada September 2021. Penjualan eceran juga sudah naik ke 5,2 dan PMI Manufaktur sudah berada pada 57,2.

“Terkait dengan fasilitas, tentu pemerintah akan melihat sampai bulan Desember untuk evaluasi tahun depan. Enam bulan ke depan juga adalah periode yang menentukan karena efek pandemi masih ada,” tuturnya.

Dari segi perbankan, untuk restrukturisasi maupun penanganan keperluan perbankan telah diperpanjang sampai bulan Maret 2023. Pemerintah juga memutuskan melanjutkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menjaga daya beli.

”Selain sektor ekonomi, vaksinasi juga terus didorong dan ditargetkan mencapai 40 persen untuk dosis ke dua. Dengan demikian kita juga berharap dapat menjalankan ‘gas dan rem’ secara lebih seimbang lagi,” tandasnya. *(Antara)
Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Ratusan Mahasiswa Forum BEM se-DIY Turun ke Jalan, Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset Hingga Reformasi Polri
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Kawasan wisata Malioboro hingga Titik Nol Kilometer…
Gandeng CEO PT Jababeka, Mantan Bupati Ende Djafar Ahmad Salurkan Ribuan Paket Sembako untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores…
Kisah Pilu Penyintas Gempa Flores di Wolowaru: Mengungsi di Tenda Seadanya Bersama Bayi Berusia Satu Bulan
ENDE, PRANUSA.ID — Bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7…
Semarak Peringatan Kemerdekaan dan Pepenkris di SMP Budya Wacana, Asah Kreativitas dan Iman Siswa
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — SMP Budya Wacana Yogyakarta menggelar rangkaian kegiatan…
Rangkaian Jakal Bookshop Festival 2026, Toko Buku Multitude Bedah “Kasih Ibu Sepanjang Buku” Karya Gunawan Tri Atmodjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Toko Buku Multitude bekerja sama dengan Radio…