HKTI Nilai Program Makan Bergizi Gratis Beri Efek Ganda bagi Kesejahteraan Petani dan Ekonomi Daerah

pranusa.id June 6, 2026

FOTO: Makan Bergizi Gratis

JAKARTA, PRANUSA.ID – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia memandang Program Makan Bergizi Gratis memiliki dampak ganda dalam menuntaskan persoalan kelayakan nutrisi masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian sektor pertanian.

Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Bachtiar Utomo menyebutkan bahwa inisiatif pemerintah tersebut mampu menggenjot perluasan serapan hasil produksi dari subsektor pertanian, peternakan, maupun perikanan.

“Program Makan Bergizi Gratis sangat baik untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah, program ini juga mendukung ibu hamil dan balita sehingga dapat membantu menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat”, kata Bachtiar melalui keterangan resminya pada hari Jumat (5/6/2026).

Peningkatan volume kebutuhan bahan pokok untuk menyuplai program ini secara otomatis memicu lonjakan permintaan terhadap komoditas pangan hasil panen petani lokal di berbagai daerah.

“Semakin tinggi kebutuhan pangan untuk Program MBG, semakin besar pula hasil produksi petani yang terserap, dampaknya tentu sangat positif terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani”, ujarnya.

Efek domino dari kebijakan ini turut merambah sektor hilir melalui penciptaan lapangan kerja baru pada pos pengolahan makanan, jalur distribusi logistik, hingga unit operasional dapur umum.

Berdasarkan data pencatatan Badan Gizi Nasional hingga tanggal 22 Mei 2026, pelaksanaan program ini telah merekrut sekitar 1,28 juta tenaga kerja yang ditugaskan di 29.225 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Rantai pasok penyelenggaraan program tersebut juga mengikutsertakan 142.387 pihak pemasok yang didominasi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan total mencapai 59.921 unit usaha.

Keterlibatan rantai pasok lainnya mencakup 13.306 unit koperasi, 690 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 1.410 Badan Usaha Milik Desa, 157 BUMDesma, serta 66.903 penyedia bahan pangan dan jasa pendukung.

“Program ini tidak hanya memberikan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah, ada petani yang hasil panennya terserap, UMKM yang berkembang, dan lapangan kerja yang tercipta”, papar Bachtiar.

Institusi yang menaungi para petani tersebut meyakini bahwa langkah strategis ini akan diandalkan sebagai instrumen vital untuk memperkokoh ketahanan pangan nasional ke depan.

“Anak-anak mendapatkan gizi yang baik, petani semakin sejahtera, ekonomi daerah bergerak, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional semakin kuat”, pungkasnya.

Laporan: Severinus | Editor: Michael

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Soal Film Pesta Babi, Idrus Marham: Justru Membantu Sosialisasi Program Pangan Nasional di Merauke
JAKARTA, PRANUSA.ID – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan…
Menkeu Purbaya Laporkan Realisasi Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun pada Akhir Mei 2026
JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa…
KPK Geledah Kediaman Eks Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim Terkait Kasus Pemerasan
JAKARTA, PRANUSA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan penggeledahan di kediaman…
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Unggah Surat untuk Nanik S. Deyang
JAKARTA, PRANUSA.ID – Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Sony…
Kasus Korupsi Sertifikasi K3, Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara
JAKARTA, PRANUSA.ID – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta…