Menkeu Purbaya Laporkan Realisasi Belanja Negara Capai Rp1.365,4 Triliun pada Akhir Mei 2026

pranusa.id June 6, 2026

Purbaya Yudhi Sadewa. (FOTO: LPS)

JAKARTA, PRANUSA.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara hingga akhir Mei 2026 menunjukkan tren perbaikan yang ditopang oleh peningkatan serapan anggaran serta penerimaan pajak.

Pemaparan terkait kondisi fiskal tersebut disampaikan secara langsung oleh Purbaya melalui konferensi pers peluncuran laporan APBN KiTa edisi Juni 2026 di Jakarta pada hari Jumat (5/6/2026).

Total serapan belanja negara pada periode tersebut tercatat menyentuh angka Rp1.365,4 triliun atau setara dengan 35,5 persen dari target pagu tahunan sebesar Rp3.842,7 triliun.

“Belanja negara tetap tumbuh 34,4 persen, bagus, artinya sesuai dengan target ya, kita selalu ingin mempercepat belanja mencapai Rp1.365,4 triliun”, urai Purbaya.

Alokasi belanja pemerintah pusat mendominasi pengeluaran dengan realisasi mencapai Rp1.059,3 triliun yang mencerminkan lonjakan pertumbuhan sebesar 52,6 persen secara tahunan.

Pengeluaran kementerian dan lembaga menyerap dana sebesar Rp517,7 triliun untuk mengeksekusi berbagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, pencairan tunjangan hari raya, serta penyaluran bantuan sosial.

Pengeluaran nonkementerian dan lembaga menghabiskan anggaran senilai Rp541,6 triliun yang dialokasikan untuk membiayai kompensasi energi, subsidi, dan manfaat pensiun.

Sementara itu, komponen transfer ke daerah mencatatkan realisasi sebesar Rp306,1 triliun yang menandakan adanya penyusutan sebesar 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari sektor pemasukan, instrumen kas negara berhasil mengumpulkan pendapatan sebesar Rp1.185 triliun yang mencatatkan pertumbuhan tahunan pada level 19,1 persen.

Sektor penerimaan perpajakan membukukan angka Rp958,2 triliun dengan rincian Rp834,4 triliun bersumber dari setoran pajak dan Rp123,8 triliun berasal dari pos kepabeanan serta cukai.

Pos Penerimaan Negara Bukan Pajak turut mengalami pertumbuhan sebesar 19,9 persen hingga berhasil mengakumulasikan dana senilai Rp226,4 triliun.

“Jadi ada perbaikan signifikan di pajak dibanding tahun lalu, tahun lalu negatif, sekarang sudah positif”, papar Purbaya.

Tingginya intensitas belanja tersebut mencatatkan defisit anggaran senilai Rp180,4 triliun atau sekitar 0,70 persen terhadap produk domestik bruto yang masih dinilai berada pada ambang batas aman.

Pemerintah juga melaporkan adanya surplus keseimbangan primer sebesar Rp58,6 triliun yang mengindikasikan bahwa fundamental fiskal negara masih berada dalam kondisi yang sehat.

“Yang penting lagi, surplus keseimbangan primernya Rp58,6 triliun, artinya anggaran kita lebih berkesinambungan”, pungkas Purbaya.

Laporan: Hendri | Editor: Arya

Rekomendasi untuk Anda
Berita Lainnya
Tunjangan Fungsional Dosen Tak Naik Selama 19 Tahun, Rektor UGM: Perlu Ada Peninjauan Ulang
JAKARTA, PRANUSA.ID — Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Ova Emilia,…
AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Kerjasama Nuklir Sipil, Buka Peluang Bisnis Miliaran Dolar
JAKARTA, PRANUSA.ID — Amerika Serikat dan Arab Saudi resmi menandatangani…
Alasan Sakit, Hotman Paris Mundur dari Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara resmi…
Korupsi Anggaran Operasional KBS Rp10,2 Miliar, Mantan Dirut Choirul Anwar Ditetapkan Jadi Tersangka oleh Kejati Jatim
SURABAYA, PRANUSA.ID — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur secara resmi…
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Siap Benahi Transparansi Tata Kelola Program MBG
JAKARTA, PRANUSA.ID — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru,…