AS akan Sumbangkan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Lain | Pranusa.ID

AS akan Sumbangkan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Negara Lain


FOTO: Presiden Amerika Serikat, Joe Biden. 

PRANUSA.ID– Amerika Serikat (AS) mengumumkan rencananya untuk membeli dosis vaksin COVID-19 tambahan dengan total 500 juta dosis untuk disumbangkan ke negara lain. Dikutip dari Reuters, dengan tambahan donasi 500 juta dosis, total dosis vaksin COVID-19 yang disumbangkan oleh AS mencapai lebih dari 1,1 miliar.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan puncak virtual mengenai Covid-19 di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB yang dihadiri para pemimpin dari Inggris, Kanada, Indonesia, Afrika Selatan, dan kepala Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Biden berharap tindakan yang ia ambil dapat menjadi contoh terdepan bagi dunia.

Vaksin dari Pfizer Inc dan BioNTech SE akan dibuat di Amerika Serikat dan dikirim ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah mulai Januari 2022 mendatang.

“Ini adalah komitmen besar oleh AS. Faktanya, untuk setiap satu suntikan yang telah kita berikan di AS hingga kini, kita sekarang mendonasikan hingga tiga suntikan untuk negara-negara lainnya,” ujar seorang pejabat senior pemerintahan AS pada Rabu (22/9).

Sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan pemerintah akan membayar sekitar 7 dolar AS atau Rp99 ribu per dosis.

Pada bulan Juni lalu, pemerintahan Biden telah sepakat untuk membeli dan mendonasikan hingga 500 juta dosis vaksin Pfizer/BioNTech. Di bawah kontrak tersebut, AS akan membayar perusahaan Pfizer dan BioNTech sekitar 3,5 miliar USD (Rp 49,8 triliun), atau sekitar 7 USD (Rp 99 ribu) per suntikan.

Belakangan ini, Amerika Serikat banyak mendapat kecaman karena merencanakan suntikan vaksinasi ketiga (booster) untuk orang Amerika, sementara jutaan orang di seluruh dunia masih belum bisa mendapatkan akses vaksin.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menegur para pemimpin dunia karena distribusi vaksin COVID-19 yang tidak adil. Guterres menyebutnya sebagai sebuah “kecabulan” dan memberikan nilai F untuk etika negara-negara dunia.

Konferensi virtual yang diselenggarakan Biden itu juga akan berfokus pada mengatasi kekurangan oksigen serta memproduksi lebih banyak lagi obat-obatan untuk perawatan COVID-19.

Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas persiapan dunia untuk menghadapi potensi pandemi lainnya di masa depan.

Salah satu target yang ditekankan dalam konferensi ini nantinya adalah memvaksinasi 70% dari total populasi setiap negara pada September 2022 mendatang.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

Berita Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Top