Selebrasi Juara atau Panggung Politik? Kehadiran Trump di Final Piala Dunia Tuai Perdebatan

pranusa.id July 21, 2026

Dok. Reuters.

AMERIKA SERIKAT, PRANUSA.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi pusat perhatian publik internasional usai menghadiri pertandingan final Piala Dunia 2026.

Bukan hanya karena kehadirannya menyaksikan langsung laga puncak, melainkan insiden saat dirinya tetap berdiri di atas panggung utama seremoni penyerahan trofi kepada tim juara, Spanyol, yang sukses mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0.

Dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, Trump tampak enggan beranjak dari tengah panggung saat para pemain Spanyol bersiap merayakan kemenangan.

Kapten Timnas Spanyol, Rodri, terlihat secara halus menyenggolkan bahunya untuk menggeser posisi Trump agar rekan-rekan setimnya bisa berkumpul.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, juga tampak beberapa kali memberikan gestur agar sang presiden bergeser ke sisi panggung.

Setelah beberapa saat, Trump akhirnya mengikuti arahan tersebut dan berpindah ke tepi panggung.

Tak lama berselang, para pemain Spanyol mengangkat trofi juara diiringi hujan konfeti, menutup perhelatan akbar turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.

Insiden ini memicu beragam reaksi dari warganet.

Sebagian menilai tindakan Trump kurang tepat karena panggung utama seharusnya menjadi milik eksklusif para pemain yang berjuang di lapangan, sementara sebagian lainnya menganggap kehadiran kepala negara tuan rumah masih wajar.

Di luar polemik tersebut, Trump menyampaikan kekagumannya atas suksesnya penyelenggaraan turnamen di negaranya.

Ia bahkan secara terbuka menyatakan ambisi agar Amerika Serikat bisa kembali menjadi tuan rumah di masa mendatang.

“Saya punya ide untuk Gianni. Saya bilang, ‘Kita lakukan saja.’ Orang mungkin mengira stadion akan kosong, tetapi tidak seperti itu,” ujar Trump.

Ia mengeklaim tingkat keterisian stadion mencapai lebih dari 99 persen dengan animo penonton yang luar biasa tinggi, sehingga pihaknya berencana segera mengajukan diri kembali ke FIFA.

Dari sisi finansial, Piala Dunia 2026 memang mencatatkan rekor fantastis.

Berdasarkan laporan The Guardian, Presiden FIFA Gianni Infantino mengumumkan bahwa turnamen ini meraup pendapatan hingga US$15 miliar, jauh melampaui proyeksi awal sebesar US$11 miliar dan menjadikannya edisi paling menguntungkan dalam sejarah FIFA.

Kendati demikian, keinginan Trump untuk kembali membawa Piala Dunia ke AS harus melalui prosedur penawaran resmi FIFA.

Terlebih lagi, masa jabatannya sebagai Presiden AS dijadwalkan berakhir pada 2028 mendatang.

Laporan: Judirho | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…