
RIYADH, PRANUSA.ID — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperingatkan bakal memberikan respons operasional secara tegas terhadap kelompok Houthi di Yaman setelah serangkaian serangan rudal balistik dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan negara tersebut.
Koalisi pimpinan Riyadh mengonfirmasi bahwa aksi penyerangan oleh kelompok Houthi terjadi pada Senin di tiga kawasan strategis, yakni Khamis Mushait, Abha, dan Taif.
Eskalasi pertempuran ini kembali mencuat dan mengancam stabilitas kawasan di tengah memanasnya ketegangan hubungan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.
Pihak Houthi mengklaim telah melancarkan operasi militer berskala besar menggunakan puluhan rudal balistik serta drone yang menyasar pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait.
Anggota Politbiro Houthi, Hazem al-Assad, menegaskan bahwa aksi penyerangan balasan ke wilayah Arab Saudi akan terus ditingkatkan selama tindakan agresi militer terhadap rakyat Yaman masih berlangsung.
“Respons Yaman akan terus berlanjut dan meningkat selama mereka (Arab Saudi) terus melakukan agresi terhadap rakyat kami,” tegas Hazem al-Assad dalam pernyataan resminya.
Sebagai respons atas memburuknya situasi keamanan di perbatasan, pertahanan sipil Arab Saudi sempat memberlakukan peringatan serangan udara di enam wilayah pada Selasa dini hari.
Selain menyasar target militer dan infrastruktur migas, pertempuran sengit yang berkobar sejak Juli tersebut juga menembus wilayah perairan strategis usai Houthi menguasai pesisir Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.
Serangkaian gangguan keamanan pada jalur pelayaran serta fasilitas energi pengolah minyak mentah utama milik Arab Saudi tersebut turut memicu kenaikan harga minyak dunia hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.
Di sisi lain, badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat kembali memanasnya konflik saudara sejak 2014 ini telah memaksa sebanyak 93.864 warga sipil mengungsi dari kediaman mereka.
Laporan: Severinus | Editor: Arya