Serangan Houthi Lukai 13 Warga Sipil, Arab Saudi Peringatkan Bakal Beri Balasan Tegas

pranusa.id September 15, 2026

Ilustrasi: Bendera negara Arab Saudi

RIYADH, PRANUSA.ID — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memperingatkan bakal memberikan respons operasional secara tegas terhadap kelompok Houthi di Yaman setelah serangkaian serangan rudal balistik dan drone melukai 13 warga sipil di wilayah selatan negara tersebut.

Koalisi pimpinan Riyadh mengonfirmasi bahwa aksi penyerangan oleh kelompok Houthi terjadi pada Senin di tiga kawasan strategis, yakni Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

Eskalasi pertempuran ini kembali mencuat dan mengancam stabilitas kawasan di tengah memanasnya ketegangan hubungan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat.

Pihak Houthi mengklaim telah melancarkan operasi militer berskala besar menggunakan puluhan rudal balistik serta drone yang menyasar pangkalan udara King Khalid di Khamis Mushait.

Anggota Politbiro Houthi, Hazem al-Assad, menegaskan bahwa aksi penyerangan balasan ke wilayah Arab Saudi akan terus ditingkatkan selama tindakan agresi militer terhadap rakyat Yaman masih berlangsung.

“Respons Yaman akan terus berlanjut dan meningkat selama mereka (Arab Saudi) terus melakukan agresi terhadap rakyat kami,” tegas Hazem al-Assad dalam pernyataan resminya.

Sebagai respons atas memburuknya situasi keamanan di perbatasan, pertahanan sipil Arab Saudi sempat memberlakukan peringatan serangan udara di enam wilayah pada Selasa dini hari.

Selain menyasar target militer dan infrastruktur migas, pertempuran sengit yang berkobar sejak Juli tersebut juga menembus wilayah perairan strategis usai Houthi menguasai pesisir Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.

Serangkaian gangguan keamanan pada jalur pelayaran serta fasilitas energi pengolah minyak mentah utama milik Arab Saudi tersebut turut memicu kenaikan harga minyak dunia hingga menembus angka 100 dolar AS per barel.

Di sisi lain, badan migrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat kembali memanasnya konflik saudara sejak 2014 ini telah memaksa sebanyak 93.864 warga sipil mengungsi dari kediaman mereka.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…