
ENDE, PRANUSA.ID — Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, mengajak seluruh umat di wilayahnya untuk memperkuat solidaritas dan merajut kembali harapan usai melewati masa tanggap darurat bencana gempa bumi Flores.
Ajakan resmi tersebut disampaikan melalui Surat Gembala bertema “Wajah-Mu kucari, ya Tuhan” yang dikeluarkan pada 11 September 2026 dan diumumkan serentak di gereja-gereja pada Minggu (13/9/2026).
Uskup Agung Ende menekankan bahwa perayaan Pesta Pemuliaan Salib Suci menjadi momentum istimewa bagi umat untuk merefleksikan iman serta bangkit bersama memulihkan relasi dan penghidupan keluarga pascabencana.
Dalam imbauannya, Mgr. Paulus Budi Kleden meminta agar tempat perayaan Ekaristi serta sakramen lainnya disesuaikan dengan kondisi bangunan gereja atau kapela yang dinilai aman oleh para pastor paroki.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya prinsip keadilan, kejujuran, dan transparansi dalam pendistribusian bantuan sosial agar penyalurannya tepat sasaran serta tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Secara khusus, Uskup Agung Ende menyerukan kepada seluruh umat untuk mensyukuri anugerah Tuhan secara sederhana dan membatasi atau meniadakan pesta perjamuan secara berlebihan.
Ia menegaskan bahwa penyederhanaan pesta perayaan Komuni Pertama, pernikahan, hingga tahbisan merupakan bentuk konkret solidaritas bagi para korban gempa serta bukti kepekaan terhadap pendidikan anak dan pemeliharaan lansia.
Terkait dengan tahap pemulihan pascagempa, Gereja Keuskupan Agung Ende siap berpartisipasi mendampingi pemerintah melalui program trauma healing, pemulihan ekonomi, dan perbaikan sarana warga.
Ia menambahkan bahwa pembangunan kembali fasilitas peribadatan Gereja yang rusak hendaknya menerapkan prinsip keselamatan bangunan yang lebih aman, layak, sederhana, dan sesuai kebutuhan pastoral.
Menutup Surat Gembala tersebut, Uskup Agung Ende menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh relawan, pemerintah, Caritas Indonesia, serta berbagai pihak yang telah mengulurkan tangan bagi para penyintas bencana.
Laporan: Marsianus | Editor: Arya