Anies Heran, Orang Berintegritas Dipermasalahkan Saat Masuk ke Politik

pranusa.id October 29, 2021

FOTO: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (cnnindonesia.com)

PRANUSA.ID– Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti fenomena di mana seseorang dengan kecakapan intelektual dan tidak memiliki catatan buruk justru seperti dipermasalahkan saat masuk politik.

Anies menuturkan fenomena tersebut sebenarnya perlu untuk dientaskan agar dunia politik diisi oleh sumber daya manusia yang memiliki integritas.

Hal tersebut Anies sampaikan saat me menyampaikan sambutan dalam launching PKS Muda Institute sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021).

“Kalau orang bermasalah masuk politik tidak dipermasalahkan, kalau orang tidak bermasalah masuk politik malah dipermasalahkan. Kapan kita punya pasokan orang-orang baik di level politik, bila orang tidak bermasalah masuk politik dipermasalahkan? ya itu sering terjadi,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat seharusnta bersyukur jika seseorang dengan nilai integritas tinggi, memiliki daya intelektual yang baik dan tidak memiliki cacat moral, terjun ke dunia politik.

Gubernur DKI Jakarta tersebut menerangkan, politik bukan soal kegiatan bersih atau kotor. Semua sektor disebutnya memiliki pilihan yang sama, bersih atau kotor.

Yang membedakan sektor politik ataupun bisnis berjalan bersih atau kotor yaitu integritas pelaku politik atau pebisnis.

“Bahwa sektor mana pun ada pilihan, pilihan bersih pilihan tidak bersih baik di dunia bisnis maupun politik. Tapi, jika dipersepsikan hanya satu sektor yang tidak bersih saya rasa itu bukan sesuatu yang tepat,” ucapnya.

Pendapat Anies tersebut bermula saat masih menjabat sebagai rektor. Satu waktu, ia berbincang-bincang dengan para mahasiswa yang sedang duduk santai. Kepada mereka, Anies bertanya rencana apa yang akan diambil setelah lulus nanti.

“Jawaban mereka, tidak ada satu pun dari para mahasiswa memilih dan berkecimpung di dunia politik,” ungkapnya.

Kemudian, Anies menjelaskan bahwa politik bukan soal bersih ataupun kotor melainkan soal integritas. Stigma ini kemudian dinilai Anies sebagai fenomena aneh.

“Bersih atau kotor itu bukan sektor jadi di sektor mana pun harus bawa integritas jangan satu persepsi muncul kuat membuat kita sering kali enggan masuk wilayah politik. Kita sering ketemu fenomena aneh,” pungkasnya.

 

Laporan: Bagas R

Editor: Jessica C. Ivanny

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…