Buntut 72 Siswa Diduga Keracunan Spageti MBG, Dapur MBG di Pondok Kelapa Dihentikan Sementara

pranusa.id April 4, 2026

Ilustrasi orang sakit

JAKARTA, PRANUSA.ID – Operasional fasilitas dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, resmi dihentikan sementara menyusul adanya insiden dugaan keracunan massal.

Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menangguhkan seluruh aktivitas pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, membeberkan bahwa penutupan itu juga didasari oleh temuan kondisi tata letak dapur dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar kelayakan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik, Sabtu (4/4/2026).

Keputusan penutupan fasilitas tersebut merupakan imbas langsung dari insiden medis yang menyebabkan 72 orang siswa mengalami gejala gangguan kesehatan usai menyantap menu spageti dari program MBG.

Merespons krisis tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah telah melakukan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan para korban yang kini dirawat di RSKD Duren Sawit.

Pemprov DKI Jakarta juga berkomitmen penuh untuk menjamin pembiayaan pengobatan bagi pasien yang terdaftar di layanan BPJS Kesehatan hingga masa pemulihan mereka selesai seutuhnya.

Hingga saat ini, seluruh pihak terkait masih menunggu hasil pengujian laboratorium terhadap sampel makanan dari dapur MBG tersebut untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari insiden medis itu.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah kota saat ini hanyalah memulihkan kondisi kesehatan puluhan siswa beserta guru yang terdampak.

“Tidak bisa juga kita menyebut ini keracunan kalau datanya belum ada, yang mengetahui hasilnya hanya laboratorium, jadi kita tunggu saja,” ujarnya.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, Mahasiswa Adakan Aksi Demonstrasi di DPRD Kota Yogyakarta
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di…
Memasuki Masa Pemulihan Gempa Flores, Julie Sutrisno Laiskodat Salurkan 100 Paket Sembako di Ende
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem…
BPA Brokers Dorong Perusahaan Jadikan Dana Pensiun sebagai Strategi Jangka Panjang Sejahterakan Karyawan
JAKARTA, PRANUSA.ID — Di tengah ketatnya persaingan merebut talenta terbaik,…
Aksi di Patung Selamat Datang, Greenpeace Indonesia Soroti Dampak Krisis Iklim Dua Tahun Prabowo-Gibran
JAKARTA, PRANUSA.ID — Sejumlah aktivis Greenpeace Indonesia menggelar aksi damai…
PT BCTC Buka Suara Soal Tuntutan Ganti Rugi, Sebut Tidak Mengabaikan Hak Pemilik Lahan
ENDE, PRANUSA.ID — Pihak kontraktor pelaksana PT Bina Citra Teknik…