Curhat Puan Diduga Mengarah ke Ganjar, FX Rudy: Kalau Presiden Wajib Dijemput!

pranusa.id February 13, 2022

Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

PRANUSA.ID — Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani melontarkan kritikan pada salah satu gubernur dari PDIP yang enggan menyambutnya saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke suatu daerah.

Ia mengaku kesal dan heran mengapa ada gubernur kader PDIP tidak bangga dengan dirinya yang merupakan Ketua DPR ke-23 sejak 1945 dan merupakan Ketua DPR perempuan pertama di Indonesia.

Kekesalan itu diluapkannya dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) PDIP di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (9/2/2022) lalu.

Spekulasi terkait siapa gubernur yang dimaksud Puan lantas bermunculan. Publik menduga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah gubernur yang dimaksud.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo kemudian angkat bicara. Ia membeberkan alasan Ganjar tidak ikut mendampingi kunker Puan di Jawa Tengah.

Rudy menerangkan, kala itu Ganjar tengah menghadiri acara presentasi mitigasi bencana di Jakarta yang telah dijadwalkan.

“Pak Ganjar itu ada presentasi mitigasi bencana, undangannya terlalu malam, sehingga Pak Ganjar terlanjur berangkat ke Jakarta. Sebab di sana sudah dijadwalkan untuk presentasi kebencanaan,” kata Rudy.

Ia kemudian meminta agar publik tidak perlu membesar-besarkan masalah tersebut.

“Kalau presiden, hukumnya wajib jemput. Tapi kalau Ketua DPR RI protokolernya tidak di situ. Paling pengurus partai yang jadi wali kota dan gubernur pasti jemput. Itu kalau dikabari,” tutur Rudy.

Menurutnya, penyambutan Puan Maharani sebagai anggota DPR memerlukan protokoler sendiri. Misalnya melalui pemberitahuan terlebih dahulu.

“Kalau sambut menyambut protokoler ada. Kalau Mas Ganjar dikabari Mbak Puan mau ke sini, dan suruh nyambut, mesti Mas Ganjar nyambut,” jelasnya.

Sebagai salah satu kader PDIP, Rudu mengatakan juga pasti akan menjemput apabila dikabari terlebih dahulu.

“Saya pun tidak pernah jemput karena tidak pernah dikabari. Kalau diminta untuk jemput, ya jemput. Kapasitasnya sebagai apa? Ketua DPP. Kalau Ketua DPR RI ada protokolernya sendiri,” ujarnya.

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Rasmidi: Berita Kalbar Jangan Hanya Muncul di Nasional Saat Ada Kejadian Luar Biasa
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Barat (Kalbar),…
Kawal RUU Penyiaran, KPID Kalbar Dorong Aspirasi Media Masuk Pembahasan
PONTIANAK, PRANUSA.ID– Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran menjadi sorotan dalam Focus…
Jenguk Korban Keracunan MBG di Batang, Wapres Gibran Minta Investigasi Dibuka Transparan
BATANG, PRANUSA.ID — Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta proses investigasi…
PP PMKRI Desak Kepolisian Buka Penyelidikan Pidana Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia…
Kejanggalan 13 Rumah di Lapas Cibinong: Pembangunan Tak Tercatat sebagai Aset Milik Negara
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pembangunan 13 unit rumah di kawasan Lapas…