
ENDE, PRANUSA.ID — Jesuit Refuge Service (JRS) menunjukkan perhatian serius terhadap pemulihan penyintas bencana gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, melalui rangkaian program bantuan tanggap darurat, pendampingan psikososial, manajemen kasus, perlindungan anak, hingga advokasi kebijakan.
Staf JRS Veronika Purwaningsih menjelaskan bahwa untuk cakupan wilayah kerja di Pulau Flores, lembaga Katolik internasional tersebut berfokus di wilayah Keuskupan Agung Ende yang meliputi Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Ngada.
“Sampai saat ini kami masih berfikir sampai bulan januari, untuk memastikan yang dilakukan oleh guru-guru itu mereka tindaklanjuti,” ujar Veronika di sela kegiatan pelatihan dukungan psikososial bagi guru di Hotel Flores Mandiri, Rabu (28/10/2026).
Veronika membeberkan bahwa tim kemanusiaan JRS telah menerjunkan personel ke lokasi pascabencana di Flores sejak 27 Agustus 2026 lalu.
Dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak korban bencana, JRS telah menyalurkan paket bantuan langsung yang menyasar 52 sekolah dengan total penerima manfaat mencapai 3.836 siswa di wilayah Ende dan Nagekeo.
“Kalau JRS sendiri, kami sudah lakukan distribusi berupa paket bagi siswa berupa buku tulis, buku gambar, biskuit, minuman sehat, tempat pensil. Itu baru di wilayah Nagekeo dan Ende, kami belum masuk di wilayah ngada,” kata Veronika.
Sementara untuk wilayah Kabupaten Ngada, pihak JRS telah mengantongi rekomendasi sebanyak 25 sekolah dengan sasaran 2.435 siswa untuk ditindaklanjuti melalui penyaluran perlengkapan sekolah serta program pendampingan psikososial.
Secara nasional, lembaga kemanusiaan yang berkantor pusat di Yogyakarta tersebut berfokus pada pendampingan pengungsi dan korban penanganan krisis akibat perang, konflik, maupun bencana alam, termasuk respons pengungsian warga Rohingya yang saat ini berada di Pekanbaru.
Laporan: Severinus | Editor: Michael