MM Kine Klub UMY Gelar ‘Friday Cinema Layar Lanskap’, Soroti Krisis Ekologi dan Perlawanan Warga

pranusa.id October 28, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Unit Kegiatan Mahasiswa MM (Muhammadiyah Multimedia) Kine Klub Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar pemutaran film pendek dan diskusi publik bertajuk Friday Cinema Layar Lanskap di DST Coffee, Kasihan, Bantul.

Agenda yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB tersebut menyajikan dua karya dokumenter krisis lingkungan, yakni Kandang yang Tak Menunduk karya sutradara Reyhan Yozaf Aziza dan The Antalantis Mussels karya sutradara Rahmat Kurniawan.

Film Kandang yang Tak Menunduk mengangkat potret ketahanan masyarakat Desa Wadas, Purworejo, yang merespons ancaman penambangan batu quarry dengan membangun usaha peternakan mandiri berjuluk Wadas Farm sebagai simpul kontra-narasi dan kemandirian ekonomi warga.

Sementara film The Antalantis Mussels membedah persoalan penurunan permukaan tanah di wilayah pesisir Jakarta Utara akibat masifnya pembangunan metropolis, yang mengancam pemukiman nelayan dengan banjir rob.

Sutradara Reyhan Yozaf Aziza membeberkan bahwa karya sinematografisnya mengambil sudut pandang hewan ternak untuk menggambarkan kehidupan warga Wadas yang terenggut oleh ekspansi industri ekstraktif.

Secara terpisah melalui saluran daring, produser film The Antalantis Mussels Azyd Aqsha membeberkan alasan penyorotan krisis iklim pesisir Jakarta yang kerap luput dari perhatian publik.

“Krisis iklim di daerah Jakarta yang jarang disorot oleh publik menjadi latar belakang kenapa film ini dibuat, setelah film ini dibuat tahun 2023, kami melakukan survei kembali di awal 2024, pemerintah melakukan langkah antisipasi, tapi masalahnya tetap sama daerah tersebut banjir dan permukaan air laut tetap naik. Masyarakat di Penjaringan, Jakarta Utara memang hanya memanfaatkan limbah kerang hijau untuk dijadikan tanggul penahan masuknya air laut ke wilayah pemukiman nelayan di pesisir Jakarta,” kata Azyd.

Rangkaian acara diawali pertunjukan monolog Teater Suluh tentang karhutla di Sumatera dan Kalimantan, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menghadirkan akademisi UMY Senja Yustitia, aktivis Social Movement Institute Eko Prasetyo, serta perwakilan Walhi Yogyakarta Rizki Abhiyoga.

Dosen Ilmu Komunikasi UMY Senja Yustitia mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menyuarakan konstruksi realitas sosial dan alienasi masyarakat akibat dorongan pemodal serta penguasa.

“Petani adalah pekerjaan yang merdeka,” ujar Senja mengutip petikan dalam film, sembari menegaskan bahwa kemerdekaan tersebut kini terenggut oleh kelompok pemodal yang berkuasa hingga membuat warga asing di tanahnya sendiri.

Adapun Eko Prasetyo mengenang histori MM Kine Klub sejak era Orde Baru saat membedah isu Waduk Kedung Ombo sebagai pelopor media alternatif dan alat edukasi kritis yang mampu memecah dominasi narasi tunggal negara.

Sementara itu, Aktivis Walhi Yogyakarta Rizki Abhiyoga mengkritisi klaim pembangunan demi kepentingan umum pada kasus Bendungan Bener yang dinilainya lebih menguntungkan komersialisasi infrastruktur ketimbang sektor pertanian warga. Menurut Abhi, langkah warga membangun ekonomi alternatif seperti peternakan merupakan bentuk perjuangan sosial budaya karena tidak lagi menggantungkan kepercayaan kepada pemerintah.

Seluruh rangkaian agenda Friday Cinema Layar Lanskap yang diakhiri aksi hening dan doa bersama tersebut resmi ditutup pada pukul 22.00 WIB.

Laporan: Angga R.N | Editor: Arya

a34a305b-0230-41ea-a533-3e9cf5b7fbca
Berita Lainnya
Proyek Jalan Ende–Wolowaru Rp30 Miliar Tuntas, BPJN NTT Janji Rampungkan Polemik Lahan Warga
ENDE, PRANUSA.ID — Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN)…
DPD RI dan FOKUS Gelar Workshop Jurnalistik untuk Menyuarakan Aspirasi Daerah
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) bersama Forum Komunikasi…
PT BCTC Tawar Rp25 Juta untuk Sawah Tertimbun, Pemilik Lahan di Ende Tegas Menolak
ENDE, PRANUSA.ID — Proses negosiasi ganti rugi antara pihak kontraktor…
Gelar Minggu Kasih di Gereja GMIT Maranatha, Polsek Wolowaru Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas
ENDE, PRANUSA.ID — Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Wolowaru terus mempererat…
Sawah Warga Dile Tertimbun Proyek Jalan, Anggota DPRD Ende Yosafat Lima Ancam Gelar RDP
ENDE, PRANUSA.ID — Anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi Partai…