Dari Kemerdekaan Menuju Masa Depan: De Britto Membuka Perjalanan Dasawindu 2028

pranusa.id August 24, 2026

YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Semangat kemerdekaan, rasa syukur, kebersamaan, dan harapan akan masa depan berpadu dalam rangkaian pembukaan perjalanan Dasawindu SMA Kolese De Britto Yogyakarta menuju usia 80 tahun pada 2028 mendatang.

Momentum bersejarah tersebut dirangkai dalam berbagai kegiatan yang berlangsung sejak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hingga perhelatan Open House De Britto pada Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026.

Rangkaian perayaan tidak sekadar menjadi acara seremonial semata. Di balik upacara, kenduri, Ekaristi, peluncuran logo, peletakan batu pertama, pentas seni, pameran perguruan tinggi, dan Open House, tersimpan satu benang merah mengenai bagaimana sebuah lembaga pendidikan menjaga tradisi sekaligus berani menatap masa depan.

Perjalanan tersebut diawali dengan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai pengingat bahwa dunia pendidikan tidak pernah berdiri terpisah dari perjalanan bangsa.

Kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu membawa tanggung jawab baru bagi generasi muda untuk mengisinya dengan kompetensi, keberanian, kepedulian, dan kemampuan membaca perubahan zaman.

Semangat kebangsaan itu kemudian diwujudkan melalui tradisi kenduri bersama warga di sekitar lingkungan sekolah. Acara sederhana ini menjadi ruang perjumpaan yang menegaskan kehadiran De Britto sebagai bagian erat dari kehidupan sosial masyarakat di sekitarnya.

Pada 19 Agustus 2026, bertepatan dengan HUT ke-78 SMA Kolese De Britto Yogyakarta, suasana berlangsung reflektif melalui perayaan Ekaristi Syukur.

Perjalanan 78 tahun sekolah dijadikan momentum untuk melihat kembali pengalaman, keberhasilan, kekurangan, serta panggilan pendidikan yang terus berkembang.

Dari momentum tersebut, sekolah membuka perjalanan menuju Dasawindu 2028 dengan mengusung semangat Ex Traditio Ad Futurum—berangkat dari tradisi menuju masa depan.

Sebagai penanda penting, sekolah secara resmi meluncurkan Logo Dasawindu sebagai simbol dimulainya perjalanan tiga tahun menuju usia 80 tahun, bersamaan dengan dibukanya Penerimaan Siswa Baru (PSB) Tahun Ajaran 2027/2028 hingga 2 November mendatang.

Langkah nyata menuju masa depan tersebut juga diwujudkan melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Dasawindu di sebelah utara lapangan sepak bola.

Gedung baru ini dirancang menjadi fasilitas utama pendukung kegiatan belajar mengajar yang mencakup ruang kelas, laboratorium, ruang guru, ruang audiovisual, hingga ruang diskusi.

Koordinator Umum Dasawindu SMA Kolese De Britto, Filipus Dimas Darumurti, menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut merupakan gagasan lama yang baru direalisasikan menjelang usia sekolah yang ke-80.

“Gagasan itu sudah sejak lama, tetapi baru direalisasikan pada momen 80 tahun atau Dasawindu ini. Maka, gedung yang akan dibangun di utara lapangan sepak bola itu kami namakan Gedung Dasawindu,” jelas Dimas.

Kemeriahan dilanjutkan pada Jumat–Sabtu, 21–22 Agustus 2026, di mana kompleks SMA Kolese De Britto di Jalan Laksda Adisucipto No. 161, Depok, Sleman, Yogyakarta, menjadi pusat ruang perjumpaan dalam perhelatan Open House De Britto 2026.

Dalam Open House ini, De Britto membuka pintu seluas-luasnya bagi siswa, calon siswa, orang tua, guru, hingga masyarakat umum. Lebih dari 30 perguruan tinggi hadir mengisi ekspo pendidikan, didampingi pameran ekstrakurikuler, talkshow, bazar, beragam perlombaan, serta Ekspo Lembaga Pendidikan Katolik se-DIY yang diikuti 16 lembaga pendidikan Katolik jenjang dasar hingga menengah sebagai bentuk konkret kolaborasi Sinode Pendidikan Keuskupan Agung Semarang (KAS) 2023–2024.

“Dalam Sinode Pendidikan, salah satunya bagaimana lembaga-lembaga pendidikan Katolik bisa saling berkolaborasi,” ujar Dimas.

Semarak acara juga diramaikan oleh berbagai ajang kompetisi. Pada lomba mewarnai tingkat TK, juara pertama diraih oleh Alexa Galenka Kurniawati, sementara kategori SD dimenangkan oleh Nayanika Alisha. Untuk lomba menggambar SD, Samantha Ashera Anarya keluar sebagai juara pertama.

Pada ajang lomba paduan suara, SD Kanisius Sengkan menyabet juara pertama jenjang SD, dan SMP Maria Immaculata Marsudirini menjadi juara pertama jenjang SMP.

Sementara itu, kompetisi Leadership Legacy Challenge dimenangkan oleh SMP Kristen Kalam Kudus Yogyakarta sebagai juara pertama, disusul SMP Maria Assumpta dan SMP Kanisius Kalasan, dengan penghargaan Best Leader diberikan kepada Dominicus Dandy Edwit Wijaya Putra.

Pentas Band De Britto turut menjadi wadah ekspresi seni para siswa yang menyatukan kegembiraan dan keberanian berkarya.

Seluruh rangkaian kegiatan Dasawindu 2026 ini memperlihatkan bahwa tradisi De Britto bukanlah sesuatu yang sekadar dikenang, melainkan warisan yang terus diolah agar tetap relevan dalam menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Laporan: Chr. Danang Wahyu Prasetio | Editor: Michael

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Semut Api Media dan Tokoh Buku Multitude Gelar Diskusi Samzine “Menyoal Pesta Babi” di Sleman
SLEMAN, PRANUSA.ID — Semut Api Media bekerja sama dengan toko…
Ulang Tahun ke-13, OMDC Rayakan Perjalanan Mengubah Wajah Klinik Gigi di Indonesia
JAKARTA, PRANUSA.ID – Berawal dari satu poli di OMDC Dental Mampang,…
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan Pembakar Lahan
PEKANBARU, PRANUSA.ID — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas…
Seleksi CPNS 2027 Dibuka bagi PPPK Penuh Waktu, KemenPANRB Tegaskan Tetap Lewat Tes
JAKARTA, PRANUSA.ID — Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan…
AMAN Kalbar: Penanganan Karhutla Jangan Mengorbankan Hak Masyarakat Adat
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalimantan Barat…