Difitnah Berperan dalam Penangkapan Edhy Prabowo, Begini Curhatan Ngabalin

pranusa.id December 23, 2020

Ali Ngabalin

PRANUSA.ID– Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Muctar Ngabalin mengatakan, dugaan fitnah terhadap dirinya yang disebut berperan dalam penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengganggu kesehariannya dan keluarganya.

Hal tersebut ia sampaikan saat hadir ke Polda Metro Jaya untuk memenuhi panggilan sebagai pelapor kasus pencemaran nama baik, Rabu (23/12/2020).

Laporan Ngabalin sebelumnya diterima kepolisian dengan nomor LP/7209/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 3 Desember 2020.

Dalam kasus itu, Ngabalin melaporkan anggota Kedeputian IV Kantor Staf Presiden (KSP), Bambang Beathor Suryadi dan pengamat politik Muhammad Yunus Hanis.

Pasal yang dilaporkan yakni tindak pidana pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

“Tentu saja ini untuk meyakinkan kepada publik utamanya kepada keluarga karena jangan sampai orang dengan fitnah dengan opini dengan isu ini orang menganggap bahwa apa yang mereka tunduhkan itu benar,” kata Ngabalin sebelum menjalani pemeriksaan.

Ngabalin pun menceritakan dugaan fitnah tersebut sampai membuat dirinya dikeluarkan dari grup kantor.

“Ini mengganggu saya dalam keseharian keluarga, anak istri dan teman-teman di kantor. Karena mereka pada keluarkan saya dari grup, hehe. Its okay,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Ngabalin, Razman Arif Nasution mengatakan, pihaknya nanti akan menjelaskan hasil berita acara pemeriksaan (BAP).

Razman menjelaskan jika Ngabalin tersangkut masalah korupsi yang dilakukan Edhy Prabowo maka KPK pasti akan mengambil langkah proseduralnya.

“Jadi KPK enggak usah kita dorong-dorong kalau tidak bermasalah hukum, dia tidak akan proses hanya saja image yang dibangun terhadap pak ngabalin karena beliau bersinggungan langsung dengan presiden. Itu yang kita jaga,” tuturnya.

Lebih lanjut, Razman pun menyatakan laporan polisi yang dibuat pihaknya itu merupakan sebuah pembelajaran.

“Beliau membuat laporan maka kami hari ini apresiasi laporan diproses. Insyallah kicauannya saya lihat udah mulai agak getar ini kawan. Nanti kita lihat aja karena ini pembelajaran,” jelasnya.

 

(Kris/Pranusa)

f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Pesan Natalius Pigai untuk Warga Papua: Boleh Tuntut Kesejahteraan, Asal Tidak Minta Merdeka
NABIRE, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Kritik Kesejahteraan Pascakemerdekaan, Festival Bantal Galang Donasi Alat Tidur bagi Buruh Gendong Beringharjo
SLEMAN, PRANUSA.ID — Memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik…
Dinas Sosial Kota Yogyakarta Gelar Ziarah Edukatif Pekan “Jejak Patriot” bagi Pelajar
YOGYAKARTA, PRANUSA.ID — Dinas Sosial Kota Yogyakarta menggelar kegiatan ziarah…
Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Ende Salurkan 725 Paket Bansos Presiden untuk Korban Gempa
ENDE, PRANUSA.ID — Sebagai wujud kepedulian negara di tengah masyarakat…
81 Tahun Indonesia: Merdeka Sejati atau sekadar “Merdeka-Merdekaan”?
KOLOM— Pada 17 Agustus 2026, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan…