Gatot Nurmantyo: PKI Jelas Bukan Patriot Bangsa, Tapi Hanya Perebut Kekuasaan

pranusa.id September 27, 2021

PRANUSA.ID — Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyebut PKI didirikan untuk menjadikan Republik Indonesia berkiblat pada Uni Soviet.

Selain itu, Gatot mengungkapkan PKI sebelum bangsa Indonesia merdeka memiliki antropologi budaya pemberontakan.

“Pemberontakan ini ditumpas karena kondisi persenjataannya tidak sehebat Belanda,” kata Gatot dalam Forum Diskusi Guru Besar dan Doctor Insan Cita bertajuk ‘TNI vs PKI’ secara virtual pada Minggu malam (26/9).

Meski begitu, tidak lama setelah Indonesia merdeka, Gatot mengatakan PKI kembali memberontak dan bahkan memanfaatkan situasi politik yang tengah panas untuk melakukan kudeta pada tahun 1948.

“Indonesia yang usianya masih sangat belia serta terjadi megapolitik yang sangat tinggi juga sedang menghadapi agresi militer Belanda, peluang ini dimanfaatkan untuk kudeta pada tahun 1948,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan PKI memiliki kebiasaan merebut kekuasaan dan berkuasa, dari yang awalnya di tahun 1926, kemudian tahun 1948, terakhir di tahun 1965.

“Sangat jelas [PKI] bukan sebagai peran patriotisme kebangsaan Indonesia, karena tidak dilakukan bersama-sama dengan seluruh kekuatan bangsa lainnya, tetapi semata-mata hanya sebagai untuk merebut kekuasaan dan berkuasa,” jelas Gatot.

Kemudian, ia menyoroti kebiasaan PKI yang sering melakukan penculikan, penganiayaan terhadap warga sipil, polisi dan juga ulama.

“Tapi melakukan operasi militer terutama dilakukan oleh pasukan Siliwangi pada akhir November 1948, pemberontakan PKI dapat ditumpas dengan ditembak matinya Muso, dan kemudian menyerahnya Amir Syamsuddin,” ungkap Gatot.

Dia kemudian berpesan agar seluruh pihak turut mewaspadai hal-hal tersebut. “Ini benar-benar harus kita waspadai,” ujarnya.

 

Penulis: Jessica C. Ivanny
Editor: Bagas R.

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Presiden Prabowo Ancam Cabut Hak Guna Usaha Korporasi yang Terbukti Terlibat Karhutla
JAKARTA, PRANUSA.ID — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajaran Kepolisian Negara…
Menkeu Purbaya Tunggu Hitungan BNPB untuk Tambahan Anggaran Mitigasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih menunggu…
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…