Jalankan Instruksi Presiden, Bappenas dan Agrinas Siap Kawal Penuh Hilirisasi Sawit Berbasis Riset Kampus

pranusa.id May 30, 2026

FOTO: Kebun Sawit

JAKARTA, PRANUSA.ID – Pemerintah Republik Indonesia saat ini tengah menggencarkan transformasi industri kelapa sawit nasional melalui strategi hilirisasi yang berfokus pada kekuatan inovasi dan riset terapan.

Dorongan transformasi tersebut ditegaskan secara langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat menerima kunjungan delegasi Institut Pertanian Bogor di Jakarta pada hari Sabtu.

Dalam pertemuan yang turut dipimpin oleh Guru Besar Fakultas Pertanian IPB Prof. Sudrajat tersebut, Rachmat menyatakan bahwa masa depan komoditas sawit tidak boleh lagi hanya bergantung pada aktivitas ekspor bahan mentah.

“Hilirisasi sawit harus diarahkan pada pengembangan produk inovatif berbasis teknologi dan riset, bukan sekadar ekspor bahan mentah,” ujar Rachmat.

Ia memaparkan bahwa satu komoditas turunan sawit sejatinya memiliki potensi luar biasa untuk disulap menjadi beragam produk bernilai jual tinggi mulai dari kosmetik lipstik alami, suplemen kapsul beta karoten, hingga material komposit industri modern.

Pengembangan pusat studi khusus kelapa sawit di lingkungan kampus IPB juga didorongnya agar terus diperkuat demi menjadi motor penggerak utama bagi lahirnya inovasi-inovasi berkelanjutan.

Sinergi lintas sektoral antara pihak perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri dinilainya sebagai kunci utama agar konsep hilirisasi ini tidak hanya mandek menjadi wacana di atas kertas.

“Kolaborasi menjadi faktor penting agar hasil riset dapat diimplementasikan secara luas dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar,” jelasnya.

Petinggi kementerian tersebut juga mengungkap fakta bahwa program hilirisasi sawit ini merupakan instruksi langsung dari presiden yang kini tengah dikawal oleh sejumlah institusi strategis negara.

Beberapa lembaga yang ditugaskan untuk terlibat penuh mengawal program ini meliputi kementerian yang mengurus urusan lahan dan pendidikan tinggi, Bappenas, hingga PT Agro Industri Nasional atau Agrinas.

Menanggapi arahan tersebut, Prof. Sudrajat memastikan bahwa pihak IPB saat ini tengah merumuskan berbagai skema kerja sama guna mendukung tata kelola perkebunan sawit secara profesional.

Skema tata kelola tersebut nantinya akan diintegrasikan secara langsung dengan kegiatan pendidikan, penelitian, serta program pengabdian kepada masyarakat luas.

“Salah satu skema yang disiapkan adalah pengelolaan kebun sawit berbasis profesional dengan melibatkan praktisi industri, serta dikaitkan langsung dengan proses pembelajaran dan riset,” sebut Sudrajat.

Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu melahirkan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri mutakhir sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai produsen sawit unggulan di kancah global.

Laporan: Severinus | Editor: Arya

d5d9ce62-e163-481c-9d70-fed5c6a18bfb
f9874c50-6a04-4828-8466-e86c279d0462
466ab043-60be-4d82-9a97-1592154ed54f
Berita Lainnya
Dua Prajurit TNI Penyiram Air Keras Batal Dipecat, Menteri Pigai Dorong Pengacara Andrie Yunus Ajukan Kasasi
JAKARTA, PRANUSA.ID — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai…
Perkuat Operasi Terpadu Karhutla Kalbar, Kemenhut Gelontorkan DAK Rp5,5 Miliar
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK)…
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Pasok 110 Ribu Ton Beras ke Pasar dan Ritel Modern
JAKARTA, PRANUSA.ID — Perum Bulog menyiapakan pasokan sebanyak 110.000 ton…
AJMAN Kalbar Sebut Penanganan Kabut Asap Harus Berfokus pada Keselamatan dan Aktivitas Warga
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Ketua Pengurus Daerah (PD) Asosiasi Jurnalis Masyarakat…
Kabut Asap Meluas dan Lumpuhkan Aktivitas, AMAN Kalbar Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional
PONTIANAK, PRANUSA.ID — Dampak bencana kabut asap akibat kebakaran hutan…